Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Inflasi Indonesia Diproyeksikan Naik Jadi 3,3% di 2026

Proyeksi ADB menunjukkan inflasi Indonesia diperkirakan mencapai 3,3% pada 2026, didorong kenaikan harga minyak global dan dampak El Niño, sementara pertumbuhan ekonomi tetap stabil di 5,2%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Inflasi Indonesia Diproyeksikan Naik Jadi 3,3% di 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi inflasi Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 3,3%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,0%. Revisi ini didasarkan pada perkembangan harga komoditas energi global, khususnya kenaikan harga minyak mentah, yang berdampak langsung pada harga bahan bakar nonsubsidi di dalam negeri. Meskipun pemerintah mempertahankan subsidi bahan bakar, tekanan harga tetap muncul akibat fluktuasi pasar internasional.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap diproyeksikan sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, sesuai dengan perkiraan sebelumnya dalam laporan Asian Development Outlook edisi September 2026. Angka ini menunjukkan konsistensi dalam prospek pertumbuhan meskipun dihadapkan pada tekanan inflasi. ADB menekankan bahwa meskipun inflasi naik, tren ini diperkirakan akan melambat pada 2027, dengan proyeksi turun ke level 3,0%, sejalan dengan target tengah yang ditetapkan otoritas moneter.

Dalam laporan tersebut, ADB menyebut bahwa inflasi pangan tetap dalam kendali, meskipun risiko cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño perlu terus diwaspadai. Ketersediaan cadangan beras yang memadai, serta kebijakan pendukung produksi pertanian, dinilai menjadi faktor penahan tekanan harga pangan. Langkah-langkah strategis seperti peningkatan irigasi dan penyaluran bantuan sosial juga dianggap penting untuk melindungi kelompok rentan dari dampak iklim.

Koordinasi antara pemerintah dan bank sentral dinilai krusial untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Dengan kebijakan yang konsisten dan pendekatan jangka panjang terhadap ketahanan pangan serta stabilitas harga, Indonesia diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pengendalian inflasi, meskipun menghadapi tantangan global yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya