Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jenis Gula dari Bahan Baku hingga Struktur Kimia

Gula yang dikonsumsi sehari-hari bervariasi berdasarkan sumber tanaman dan komposisi kimia, mulai dari gula pasir hingga gula alami dari aren, kelapa, hingga lontar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Jenis Gula dari Bahan Baku hingga Struktur Kimia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gula tidak hanya dikenal sebagai pemanis berbentuk kristal putih di dapur, melainkan juga memiliki beragam jenis yang berasal dari berbagai tanaman. Di Indonesia, gula tebu menjadi yang paling umum, dihasilkan dari pengolahan cairan manis dalam batang tebu melalui proses ekstraksi dan kristalisasi. Hasil akhirnya berupa gula pasir atau gula kristal putih yang digunakan secara luas dalam masakan, minuman, dan produk kue.

Selain gula tebu, terdapat gula alami yang diolah dari nira tanaman palma. Gula aren berasal dari nira pohon aren (Arenga pinnata), yang dihasilkan dengan menyadap tandan bunga dan dipanaskan hingga mengental. Sementara itu, gula kelapa, sering disebut gula merah atau gula jawa, dihasilkan dari nira pohon kelapa (Cocos nucifera). Kedua jenis ini sering digunakan sebagai pengganti gula pasir dalam olahan tradisional.

Tumbuhan lain seperti lontar (Borassus flabellifer) dan nipah (Nypa fruticans) juga menjadi sumber nira yang dapat diolah menjadi gula. Meski potensinya tinggi, penggunaan gula dari kedua tanaman ini masih terbatas dibandingkan gula aren dan kelapa. Hasil olahannya bisa berupa gula cetak, gula cair, atau gula semut, tergantung proses pengolahan yang dilakukan.

Dari sisi kimia, gula dikelompokkan berdasarkan jumlah unit monosakarida penyusunnya. Monosakarida seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa merupakan bentuk paling dasar. Disakarida terbentuk dari dua unit monosakarida, contohnya sukrosa (glukosa + fruktosa) yang menjadi komponen utama gula pasir, laktosa dalam susu, dan maltosa dari biji-bijian berkecambah. Selain itu, terdapat oligosakarida seperti fructooligosaccharides dan galactooligosaccharides yang berperan sebagai prebiotik alami dalam makanan seperti kacang-kacangan dan bawang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya