Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kabut Asap Ancam Perayaan Kemerdekaan Malaysia

Prediksi cuaca dari MetMalaysia menyebut kabut asap masih mengancam wilayah Malaysia hingga 31 Agustus, akibat titik panas di Sumatra dan Kalimantan yang belum mereda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Kabut Asap Ancam Perayaan Kemerdekaan Malaysia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperkirakan kondisi kabut asap akan tetap berlangsung hingga perayaan Hari Kebangsaan pada 31 Agustus 2026. Prediksi ini didasarkan pada persistensi titik panas di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan bagian barat, serta dominasi angin barat daya yang membawa asap ke wilayah Malaysia. Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr Mohd Hisham Mohd Anip, menyatakan bahwa jarak pandang akan terganggu di sejumlah daerah, terutama pada rentang 27 hingga 31 Agustus.

Wilayah paling terdampak diperkirakan berada di Sarawak, di mana sebagian besar distrik akan mengalami kondisi udara tidak sehat. Beberapa wilayah bahkan berpotensi mencapai kategori "sangat tidak sehat" pada 30 dan 31 Agustus. Di Sabah, dampak kabut asap mulai terasa sejak 29 Agustus, sementara di Semenanjung Malaysia, daerah seperti Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya juga berisiko mengalami penumpukan asap hingga akhir bulan.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) telah menaikkan status peringatan kabut asap lintas batas ke level tertinggi, yaitu Level 3, menyusul peningkatan intensitas titik panas dan kondisi kering yang berkepanjangan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa asap dengan kepadatan sedang hingga pekat teramati di sebagian besar wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah, serta berasal dari sumber di Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat.

Stasiun pemantau kualitas udara di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra tengah dan selatan, serta Sarawak bagian barat mencatat tingkat kualitas udara yang sudah mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pidatonya pada 26 Agustus, mengungkapkan kekhawatiran atas dampak kabut asap terhadap perayaan Hari Kebangsaan. Ia mengajak masyarakat berdoa agar kondisi membaik, sehingga perayaan bisa berlangsung dengan lancar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya