Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Pertemuan antara Kapolri dan Jaksa Agung di Jakarta membahas penguatan kolaborasi penyidikan, penuntutan, dan penanganan kasus strategis seperti karhutla untuk mempercepat keadilan hukum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 24x dibuka
Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan kerja ke Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dalam rangka mempererat hubungan sinergi dengan institusi penegak hukum lainnya. Kehadirannya didampingi Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan peran antara penyidik dan penuntut umum dalam proses hukum yang transparan dan akuntabel.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan Kejaksaan merupakan fondasi penting bagi terwujudnya keadilan. Ia menyampaikan bahwa kualitas penyidikan yang baik akan berdampak langsung pada penuntutan yang efektif, dan selanjutnya pada putusan pengadilan yang berkeadilan. Dengan memperkuat koordinasi antarlembaga, diharapkan proses hukum bisa berjalan lebih cepat dan menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Suyudi menjelaskan bahwa sebagai pemimpin baru, ia memandang penting untuk menjalin komunikasi langsung dengan mitra kerja utama. Ia menekankan bahwa dukungan dari Polri terhadap kejaksaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga operasional, termasuk dalam aspek pengamanan sesuai kerja sama yang telah dijalin melalui MoU. Penguatan hubungan di tingkat daerah menjadi fokus utama, demi memastikan konsistensi dalam penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula permasalahan strategis seperti penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski tidak menjadi fokus utama, isu ini disinggung sebagai bagian dari upaya menyamakan persepsi dalam menangani tindak pidana lingkungan. Dengan penyesuaian pendekatan dan koordinasi yang lebih baik, diharapkan kasus-kasus semacam ini dapat ditangani secara lebih sistematis, mulai dari penyidikan hingga eksekusi putusan, sehingga menciptakan efek jera dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya