Karhutla Belum Ditetapkan Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Tangani Sendiri
Pemerintah menegaskan karhutla belum ditetapkan sebagai bencana nasional, menilai kapasitas negara masih cukup untuk penanganan tanpa status resmi tersebut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa negara masih memiliki kemampuan untuk menangani dampak karhutla tanpa perlu menaikkan status ke darurat nasional. Ia menilai sistem penanganan yang ada saat ini tetap efektif meski menghadapi tekanan musim kering yang berkepanjangan.
Dalam konferensi pers, Dudung menyebut bahwa meskipun terdapat tawaran bantuan dari luar negeri, termasuk dari Malaysia yang menawarkan tiga helikopter dan 52 personel, pemerintah tetap memilih mengandalkan kapasitas internal. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal ketersediaan alat dan tenaga, tetapi juga memperhatikan tantangan teknis di lapangan, seperti akses ke wilayah terpencil dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Kendati demikian, pemerintah tetap terbuka terhadap kerja sama internasional jika diperlukan. Namun, keputusan menetapkan status bencana nasional tetap dipertimbangkan secara matang, berdasarkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dirasakan secara luas. Hingga kini, belum ada indikasi bahwa kerusakan akibat karhutla telah melampaui batas yang memicu peningkatan status resmi.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menjaga konsistensi sistem respons bencana dan mencegah kelebihan kewenangan atau alokasi sumber daya yang tidak proporsional. Pemerintah menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan, termasuk pencegahan dini dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran liar, sebagai langkah utama mengurangi risiko karhutla di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

