Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Karyawan OpenAI Ditangkap karena Penyadapan Rahasia Teknologi AI

Seorang insinyur asal Arab Saudi ditangkap atas dugaan memasang alat penyadap di ruang rapat eksekutif OpenAI, dengan bukti rekaman CCTV dan percakapan dengan AI terkait teknik penyadapan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 161x dibuka
Karyawan OpenAI Ditangkap karena Penyadapan Rahasia Teknologi AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang warga negara Arab Saudi, Abdulrahman Alfozan, ditangkap oleh otoritas federal Amerika Serikat setelah diduga menyembunyikan perangkat penyadap di ruang rapat eksekutif kantor pusat OpenAI di San Francisco. Penangkapan dilakukan pada Jumat (9/10), dan ia menjalani sidang perdana pada Selasa (13/10) di pengadilan federal. Menurut pengaduan resmi, Alfozan diduga mengintai percakapan sensitif terkait pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut, termasuk strategi teknis, komersial, dan kebijakan internal perusahaan.

Alat penyadap tersebut ditemukan tersembunyi di dalam tisu toilet di belakang layar televisi ruang rapat, sekitar dua hari setelah pemasangan pada 28 September. Perangkat tersebut terpasang hingga ditemukan pada 30 September. Bukti rekaman CCTV menunjukkan Alfozan muncul di dekat ruangan tersebut beberapa hari sebelum penemuan, meski ia tidak memiliki akses resmi atau keterlibatan langsung dalam rapat yang dilakukan di sana. Ruang rapat tersebut kerap digunakan untuk membahas isu strategis, termasuk hak kekayaan intelektual, rencana peluncuran produk, dan kerja sama dengan pihak eksternal.

Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa Alfozan menggunakan alat kecerdasan buatan internal perusahaan untuk mencari informasi terkait lokasi ruang rapat, kalender pertemuan, dan kapasitas ruangan. Ia juga melakukan percakapan dengan chatbot pribadi, termasuk dengan istrinya, untuk menanyakan proses pemasangan alat perekam, pengaturan koneksi Wi-Fi, pengujian audio, serta enkripsi data. Rekaman percakapan itu secara eksplisit menyebutkan spesifikasi perangkat yang ditemukan, termasuk alamat MAC dan header khusus.

Pada 5 Oktober, rekaman CCTV menangkap Alfozan memasuki ruang rapat dan memeriksa bagian belakang televisi, sebelum meninggalkan tas di ruangan lain. Petugas keamanan OpenAI membuka tas tersebut dan menemukan perangkat perekam audio serupa serta dokumen identitas pribadi. Kejadian ini dinyatakan sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional oleh Jaksa Agung AS Craig Missakian, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya pencurian teknologi sensitif.

Alfozan dijadwalkan kembali menjalani sidang penahanan pada Senin (19/10) di hadapan Hakim Alex G. Tse. Penyidikan terus berjalan untuk menentukan secara pasti tujuan dan dampak dari aksi penyadapan yang dilakukan. Perusahaan menekankan komitmennya terhadap perlindungan aset strategis dan kemitraan erat dengan penegak hukum dalam menangani ancaman keamanan siber dan intelijen teknologi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya