Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kasi Pidum Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan pada Keluarga

Kasi Pidum Kejari Konawe gelar salat berjamaah dengan tahanan dan tekankan pentingnya introspeksi serta tanggung jawab terhadap keluarga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Kasi Pidum Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan pada Keluarga📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Di ruang tahanan Kejaksaan Negeri Konawe, Kamis (10/9/2026), Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Sahwal, memimpin ibadah salat Ashar secara berjamaah bersama para tahanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemanusiaan dan spiritual yang dilakukan dalam proses penegakan hukum. Tidak hanya sebagai bentuk kewajiban agama, salat berjamaah juga dijadikan ruang refleksi bagi tahanan atas perbuatan yang telah dilakukan.

Sahwal menegaskan bahwa dalam urusan ibadah, tidak ada perbedaan antara petugas hukum dan tahanan. Semua manusia, tanpa terkecuali, merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan ajaran agama. Ia menekankan bahwa tempat penahanan bukan penghentian hak dasar, melainkan ruang untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan.

Setelah salat, Sahwal memberikan nasihat langsung kepada para tahanan, mengajak mereka untuk memanfaatkan masa di tahanan sebagai momen introspeksi. Ia menyoroti dampak perbuatan yang dilakukan terhadap keluarga, terutama anak, istri, dan orang tua yang ditinggalkan. “Ingat, setiap tindakan yang dilakukan berdampak langsung pada mereka yang menunggu di rumah,” ujarnya, menekankan bahwa kehadiran seseorang di keluarga bukan sekadar soal fisik, tetapi juga nilai dan tanggung jawab.

Ia menyampaikan bahwa kekeliruan yang telah dilakukan tidak menghapus nilai keberadaan seseorang dalam keluarga. Bahkan, meski nama baik pernah tercoreng, keluarga tetap membuka pintu untuk kembalinya. “Saya yakin keluarga kalian tidak akan menolak kembali. Percaya itu,” kata Sahwal, mengajak para tahanan menjadikan proses hukum sebagai awal perubahan, bukan akhir dari harapan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran bahwa hukum bukan hanya tentang sanksi, tetapi juga tentang pembinaan dan rehabilitasi. Dengan menggabungkan aspek spiritual dan moral, diharapkan para tahanan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, berempati, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya