Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran Savana Pulau Kenawa Sumbawa Barat Padam, Tidak Ada Korban

Kebakaran melanda area savana di Pulau Kenawa, Sumbawa Barat, namun berhasil dipadamkan tanpa meluas, dengan kondisi pulau yang tidak berpenghuni dan hanya berfungsi sebagai kawasan wisata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebakaran Savana Pulau Kenawa Sumbawa Barat Padam, Tidak Ada Korban📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah kebakaran melanda kawasan savana di Pulau Kenawa, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, pada hari Minggu (4/10). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah tersebut. Api muncul tanpa diketahui secara pasti penyebab awalnya, namun telah berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area lain.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat, Abdullah, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada data resmi mengenai kronologi dan penyebab pasti kebakaran. Namun, setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat, dikonfirmasi bahwa api telah berhasil dipadamkan secara total.

Lokasi kebakaran tercatat berada di area tanah terbuka yang tidak berpenghuni. Aktivitas di pulau tersebut hanya terbatas pada kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat lokal. Bangunan yang berada di pulau berupa lapak usaha mikro, tempat penjualan air, penginapan sederhana, serta dermaga dan lokasi penjemputan wisatawan oleh nelayan lokal.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan area savana berubah menjadi hitam akibat terbakar, disertai kepulan asap tebal yang mengepul dari sekitar bangunan. Warga setempat dilaporkan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun tidak ada laporan korban jiwa atau cedera. BPBD KSB kini terus memantau kondisi terkini dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya