Keberkahan dalam Islam: Makna, Sumber, dan Tanda-Tanda Kehidupan yang Diberkati
Keberkahan dalam Islam bukan sekadar kelimpahan materi, melainkan anugerah yang mencakup ketenteraman hati, kemudahan, dan keberkahan spiritual yang terpatri dalam iman dan takwa.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 119x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Keberkahan, atau barakah dalam terminologi Islam, merujuk pada peningkatan kebaikan yang tidak terbatas pada aspek duniawi semata. Menurut pemikiran Imam Al-Ghazali, berkah merupakan fenomena di mana kebaikan semakin bertambah, baik dalam bentuk rezeki, kesehatan, waktu yang produktif, maupun ketenangan batin. Keberkahan ini bukan hanya berupa kelimpahan harta, tetapi juga meliputi kemudahan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan keberlangsungan hidup yang penuh makna.
Al-Qur’an menegaskan bahwa kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan wahyu yang penuh berkah. Dalam Surah Shad ayat 29, disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk, agar manusia merenungi ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran. Keberkahan itu sendiri dirasakan melalui penghayatan terhadap ayat-ayat tersebut dan pengamalan ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, berkah bukan sekadar hasil, melainkan proses yang dijalani dengan kesadaran dan ketundukan kepada kebenaran.
Allah juga menegaskan bahwa keberkahan datang dari keimanan dan ketakwaan. Dalam Surah Al-A’raf ayat 96 disebutkan bahwa jika penduduk kota beriman dan bertakwa, maka Allah akan membukakan berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Namun, karena mereka mendustakan, maka siksa datang dari perbuatan mereka sendiri. Ayat ini menjadi penegas bahwa keberkahan bukan hak mutlak, melainkan anugerah yang terkait erat dengan kualitas iman dan amal saleh seseorang.
Menurut penjelasan Ustaz Aam Amirudin, seseorang yang hidupnya diberkahi dapat dikenali dari beberapa tanda. Salah satunya adalah adanya kelegaan dalam hati saat menerima kebenaran dan menjalankan ajaran Islam. Ibadah bagi mereka bukan beban, melainkan sumber ketenangan dan kebutuhan rohani. Mereka juga mampu menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta menanggapi ujian dengan sabar dan tawakal, tanpa kehilangan keimanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

