Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Keberkahan dalam Islam: Makna, Sumber, dan Tanda-Tanda Kehidupan yang Diberkati

Keberkahan dalam Islam bukan sekadar kelimpahan materi, melainkan anugerah yang mencakup ketenteraman hati, kemudahan, dan keberkahan spiritual yang terpatri dalam iman dan takwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 119x dibuka
Keberkahan dalam Islam: Makna, Sumber, dan Tanda-Tanda Kehidupan yang Diberkati📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Keberkahan, atau barakah dalam terminologi Islam, merujuk pada peningkatan kebaikan yang tidak terbatas pada aspek duniawi semata. Menurut pemikiran Imam Al-Ghazali, berkah merupakan fenomena di mana kebaikan semakin bertambah, baik dalam bentuk rezeki, kesehatan, waktu yang produktif, maupun ketenangan batin. Keberkahan ini bukan hanya berupa kelimpahan harta, tetapi juga meliputi kemudahan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan keberlangsungan hidup yang penuh makna.

Al-Qur’an menegaskan bahwa kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan wahyu yang penuh berkah. Dalam Surah Shad ayat 29, disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk, agar manusia merenungi ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran. Keberkahan itu sendiri dirasakan melalui penghayatan terhadap ayat-ayat tersebut dan pengamalan ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, berkah bukan sekadar hasil, melainkan proses yang dijalani dengan kesadaran dan ketundukan kepada kebenaran.

Allah juga menegaskan bahwa keberkahan datang dari keimanan dan ketakwaan. Dalam Surah Al-A’raf ayat 96 disebutkan bahwa jika penduduk kota beriman dan bertakwa, maka Allah akan membukakan berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Namun, karena mereka mendustakan, maka siksa datang dari perbuatan mereka sendiri. Ayat ini menjadi penegas bahwa keberkahan bukan hak mutlak, melainkan anugerah yang terkait erat dengan kualitas iman dan amal saleh seseorang.

Menurut penjelasan Ustaz Aam Amirudin, seseorang yang hidupnya diberkahi dapat dikenali dari beberapa tanda. Salah satunya adalah adanya kelegaan dalam hati saat menerima kebenaran dan menjalankan ajaran Islam. Ibadah bagi mereka bukan beban, melainkan sumber ketenangan dan kebutuhan rohani. Mereka juga mampu menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta menanggapi ujian dengan sabar dan tawakal, tanpa kehilangan keimanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya