Kekerasan dan Ketidakpatuhan Penumpang Picu Pendaratan Darurat
Kekerasan fisik, ancaman, atau perlawanan terhadap petunjuk keselamatan dapat memaksa pilot memutuskan pendaratan darurat, sebut pramugari Ryanair.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.11 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketegangan di dalam kabin pesawat yang melibatkan tindakan kekerasan atau ancaman serius dapat mengakibatkan pendaratan mendadak, meski keputusan akhir tetap berada di tangan kapten pilot. Seorang pramugari dari maskapai Ryanair mengungkapkan bahwa situasi seperti perkelahian fisik antarpenumpang, tindakan agresif terhadap awak kabin, atau penolakan terhadap instruksi keselamatan merupakan alasan krusial yang bisa menggagalkan penerbangan normal.
Dalam kondisi ekstrem, kapten berhak mengubah rute atau mendarat lebih awal demi menjaga keselamatan semua penumpang dan awak pesawat. Awak kabin bertugas melaporkan peristiwa secara langsung kepada kapten, yang kemudian menilai tingkat ancaman dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk meminta bantuan polisi di bandara tujuan. Keputusan ini bukan hasil diskusi tim, melainkan otoritas tunggal kapten sebagai penanggung jawab keselamatan penerbangan.
Prosedur penanganan insiden di kabin dimulai dengan isolasi pihak-pihak yang bertikai, pengendalian emosi penumpang lain, serta pemindahan posisi penumpang yang terlibat. Pramugari menegaskan bahwa peringatan langsung diberikan secara tegas namun tetap menjaga sopan santun. Jika perilaku tidak berhenti, tindakan lebih lanjut dilakukan, termasuk pembekuan akses ke area tertentu dan pelaporan resmi setelah pesawat mendarat.
Semua awak kabin dilatih secara berkala dalam manajemen konflik dan teknik de-eskalasi untuk menghadapi situasi kritis. Pendekatan utama meliputi menjaga ketenangan, mendengarkan secara aktif, serta memberikan arahan dengan nada stabil dan jelas. Tujuan utamanya adalah mencegah eskalasi kekerasan dan mempertahankan kontrol atas situasi di dalam pesawat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

