Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 11.800 liter air bersih ke Desa Weninggalih, Jonggol, sebagai respons atas kekeringan akibat musim kemarau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menindaklanjuti kondisi krisis air di wilayah terdampak kemarau dengan menyalurkan sebanyak 11.800 liter air bersih ke Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Penyaluran dilakukan melalui dua satuan kerja teknis, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan BBWS Ciliwung Cisadane, yang bekerja sama dalam upaya penanganan darurat kekeringan.

BBWS Citarum bertanggung jawab atas penyaluran 3.800 liter air bersih pada 31 Agustus 2026, sementara BBWS Ciliwung Cisadane menyumbang 8.000 liter. Air yang didistribusikan berasal dari sumber PDAM setempat dan didistribusikan menggunakan mobil tangki, sesuai mekanisme operasional yang ditetapkan untuk menjamin akses air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kondisi kekeringan yang mengganggu kebutuhan dasar masyarakat. Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana musim kemarau. “Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Ketika sumber air tradisional mengering, tugas pemerintah adalah segera menyalurkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan oleh unit pelaksana teknis di tingkat daerah guna menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan aktual. Kementerian PUPR berkomitmen untuk memastikan bantuan air bersih diberikan secara tepat sasaran dan berkelanjutan sesuai dinamika di lapangan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan parah akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya