Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Khamenei Muda Belum Tampil, Rakyat Iran Tanya Kepemimpinan

Kehadiran Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran yang baru, belum terlihat secara publik selama enam bulan, memicu keraguan dan spekulasi di dalam maupun luar negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Khamenei Muda Belum Tampil, Rakyat Iran Tanya Kepemimpinan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya yang gugur dalam serangan udara AS-Israel pada Februari, belum pernah muncul di depan publik dalam bentuk foto, video, atau pidato. Selama periode tersebut, tidak ada satupun sinyal resmi dari pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, menciptakan kekosongan yang menimbulkan ketidakpastian di kalangan rakyat dan elite politik. Kehadiran fisik atau suara pemimpin menjadi simbol legitimasi dalam sistem teokratis Iran, sehingga ketiadaan itu menimbulkan pertanyaan serius tentang kelangsungan kepemimpinan.

Di kalangan pendukung loyal, kekhawatiran mulai muncul. Seorang anggota milisi Basij dari Qom, yang meminta anonimitas, menyatakan bahwa meski percaya Khamenei masih aktif memimpin, ketiadaan bukti visual atau audio merusak moral rakyat. Ia menekankan bahwa kehadiran pemimpin harus terasa, bukan hanya dirasakan. Dalam konteks yang lebih luas, warga yang mendukung perubahan menilai ketiadaan sinyal dari Khamenei sebagai tanda ketidaknormalan. Seorang pengusaha pro-reformasi di Teheran, Shahrokh, menyoroti ironi: “Bagaimana bisa kita yakin ia masih hidup jika tidak ada bukti?”

Pihak berwenang Iran membantah spekulasi kematian, menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei tetap memegang kendali penuh atas keputusan strategis. Ia diklaim memimpin dari balik layar demi alasan keamanan, menyusul luka serius yang diderita akibat serangan udara yang merusak wajahnya. Beberapa pejabat menyebut ia masih rutin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, yang mengungkapkan telah berdiskusi selama tujuh jam pada 10 Agustus. Keputusan penting, termasuk kebijakan militer dan diplomatik, tetap dilakukan oleh Khamenei secara langsung.

Namun, karena tidak ada komunikasi publik selama enam bulan, kepercayaan publik melemah. Upacara pemakaman ayahnya yang berlangsung selama sepekan di Juli lalu bahkan tidak dihadiri oleh sang pemimpin. Hanya pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar yang menjadi satu-satunya bentuk komunikasi resmi. Para analis, seperti Alex Vatanka dari Middle East Institute, menilai bahwa pertanyaan kini bukan lagi tentang kehidupan Khamenei, melainkan tentang eksistensi kepemimpinan yang benar-benar berfungsi. Garda Revolusi dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi kini menjadi pusat pengambilan keputusan, menggantikan peran tradisional pemimpin.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya