Khamenei Muda Belum Tampil, Rakyat Iran Tanya Kepemimpinan
Kehadiran Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran yang baru, belum terlihat secara publik selama enam bulan, memicu keraguan dan spekulasi di dalam maupun luar negeri.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya yang gugur dalam serangan udara AS-Israel pada Februari, belum pernah muncul di depan publik dalam bentuk foto, video, atau pidato. Selama periode tersebut, tidak ada satupun sinyal resmi dari pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, menciptakan kekosongan yang menimbulkan ketidakpastian di kalangan rakyat dan elite politik. Kehadiran fisik atau suara pemimpin menjadi simbol legitimasi dalam sistem teokratis Iran, sehingga ketiadaan itu menimbulkan pertanyaan serius tentang kelangsungan kepemimpinan.
Di kalangan pendukung loyal, kekhawatiran mulai muncul. Seorang anggota milisi Basij dari Qom, yang meminta anonimitas, menyatakan bahwa meski percaya Khamenei masih aktif memimpin, ketiadaan bukti visual atau audio merusak moral rakyat. Ia menekankan bahwa kehadiran pemimpin harus terasa, bukan hanya dirasakan. Dalam konteks yang lebih luas, warga yang mendukung perubahan menilai ketiadaan sinyal dari Khamenei sebagai tanda ketidaknormalan. Seorang pengusaha pro-reformasi di Teheran, Shahrokh, menyoroti ironi: “Bagaimana bisa kita yakin ia masih hidup jika tidak ada bukti?”
Pihak berwenang Iran membantah spekulasi kematian, menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei tetap memegang kendali penuh atas keputusan strategis. Ia diklaim memimpin dari balik layar demi alasan keamanan, menyusul luka serius yang diderita akibat serangan udara yang merusak wajahnya. Beberapa pejabat menyebut ia masih rutin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, yang mengungkapkan telah berdiskusi selama tujuh jam pada 10 Agustus. Keputusan penting, termasuk kebijakan militer dan diplomatik, tetap dilakukan oleh Khamenei secara langsung.
Namun, karena tidak ada komunikasi publik selama enam bulan, kepercayaan publik melemah. Upacara pemakaman ayahnya yang berlangsung selama sepekan di Juli lalu bahkan tidak dihadiri oleh sang pemimpin. Hanya pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar yang menjadi satu-satunya bentuk komunikasi resmi. Para analis, seperti Alex Vatanka dari Middle East Institute, menilai bahwa pertanyaan kini bukan lagi tentang kehidupan Khamenei, melainkan tentang eksistensi kepemimpinan yang benar-benar berfungsi. Garda Revolusi dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi kini menjadi pusat pengambilan keputusan, menggantikan peran tradisional pemimpin.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

