Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KKA UMK Dorong Daya Saing Produk Pangan Melalui Standarisasi Kemasan

Program KKA UMK di Sulawesi Tenggara berikan pelatihan standarisasi kemasan dan pelabelan untuk tingkatkan kompetitif produk pangan olahan pelaku usaha mikro.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program KKA UMK kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Salah satu fokus utamanya kini berfokus pada peningkatan kualitas produk pangan olahan melalui pelatihan standarisasi kemasan dan pelabelan. Program ini bertujuan memperkuat daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.

Pelatihan yang digelar di tiga kabupaten — Konawe, Kolaka, dan Wakatobi — melibatkan lebih dari 150 pelaku usaha mikro dari berbagai jenis produk, mulai dari makanan ringan hingga olahan hasil laut. Materi pelatihan mencakup aspek teknis seperti desain kemasan yang menarik, informasi pelabelan yang akurat, serta pemenuhan standar keamanan pangan sesuai peraturan yang berlaku.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pelabelan yang jelas dan kemasan yang profesional menjadi kunci utama dalam menarik minat konsumen. “Produk yang kemasannya tidak sesuai standar akan kesulitan bersaing, bahkan bisa ditarik dari pasaran,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga kepatuhan hukum dan kepercayaan konsumen.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas produk yang dihasilkan peserta. Banyak pelaku usaha yang kini mulai menggunakan label berbahasa Indonesia, informasi komposisi, tanggal kadaluarsa, dan sertifikasi produk secara benar. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya