Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komdigi Bantah Ada Pembatasan Konten Karhutla di Medsos

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan tidak pernah meminta platform digital membatasi jangkauan konten terkait kebakaran hutan dan lahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Komdigi Bantah Ada Pembatasan Konten Karhutla di Medsos📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital secara tegas membantah isu yang beredar mengenai adanya pembatasan jangkauan konten atau shadowban terhadap unggahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial. Pernyataan ini disampaikan menyusul sejumlah pengguna yang mengeluhkan penurunan signifikan dalam interaksi seperti view, like, dan komentar terhadap konten mereka yang membahas fenomena tersebut.

Direktur Pengendalian Ruang Digital dari Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menginstruksikan platform digital untuk menurunkan atau membatasi konten yang berhubungan dengan karhutla. Ia menekankan bahwa setiap platform memiliki kebijakan dan algoritma sendiri dalam menentukan penyebaran konten, sehingga tidak mungkin terjadi intervensi langsung dari pemerintah dalam hal ini.

Menurut Safriansyah, dugaan adanya shadowban perlu dipertimbangkan secara objektif dan ditelusuri melalui data nyata serta konfirmasi langsung dari pihak platform. Ia menyarankan masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan adanya intervensi pemerintah tanpa bukti konkret. “Jika ada konten yang diduga tidak muncul atau terbatas jangkauannya, penyebabnya harus dicari berdasarkan fakta dan dikonfirmasi langsung ke operator platform,” ujarnya.

Isu ini memuncak setelah sejumlah tokoh publik dan influencer mengungkapkan pengalaman unik dalam penyebaran konten mereka. Salah satunya, seorang vlogger dengan 7,4 juta pengikut di Instagram melaporkan penurunan drastis jumlah views pada Instagram Stories-nya, dari biasanya mencapai satu juta menjadi hanya 85 ribu. Sementara itu, influencer lain menyatakan tidak mengalami hal serupa, bahkan menemukan strategi seperti penggunaan template “add yours” mampu meningkatkan jangkauan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya