Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konsolidasi Pasar Modal: DPR, Polri, dan Bursa Bertemu Akibat Penurunan IHSG

Kunjungan gabungan DPR, Kapolri, dan pengusaha ke BEI dilakukan menyusul jatuhnya IHSG 11 persen akibat penilaian MSCI, dengan fokus pada perbaikan tata kelola dan kepercayaan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
Konsolidasi Pasar Modal: DPR, Polri, dan Bursa Bertemu Akibat Penurunan IHSG📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan koordinasi lintas lembaga digelar di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10), menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11 persen dalam sehari. Kunjungan ini melibatkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, serta perwakilan perusahaan dan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertemuan dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pasar yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Dasco menegaskan bahwa peran parlemen sebagai lembaga pengawas tetap aktif dalam memantau perkembangan pasar modal. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan responsibilitas dari BEI terhadap masukan dari lembaga pemeringkat global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, perbaikan struktural dan transparansi menjadi kunci agar pasar dapat menyesuaikan diri dengan standar internasional.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan komitmen penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk indikasi tindak pidana di pasar modal. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap mengawal proses hukum secara profesional dan akuntabel, demi memulihkan kepercayaan publik yang terganggu akibat volatilitas pasar. Langkah ini sejalan dengan upaya memastikan keadilan dan keterbukaan dalam transaksi keuangan yang melibatkan investor domestik maupun asing.

Pertemuan juga menjadi ajang dialog antara regulator, pelaku pasar, dan lembaga pengawas untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi tekanan eksternal. Fokus utama adalah memperkuat tata kelola pasar, menanggapi kritik dari lembaga internasional, serta memastikan sistem yang lebih resilien di masa depan. Tujuan akhirnya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya