Konsolidasi Pasar Modal: DPR, Polri, dan Bursa Bertemu Akibat Penurunan IHSG
Kunjungan gabungan DPR, Kapolri, dan pengusaha ke BEI dilakukan menyusul jatuhnya IHSG 11 persen akibat penilaian MSCI, dengan fokus pada perbaikan tata kelola dan kepercayaan pasar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kegiatan koordinasi lintas lembaga digelar di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10), menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11 persen dalam sehari. Kunjungan ini melibatkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, serta perwakilan perusahaan dan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertemuan dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pasar yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam konferensi pers usai pertemuan, Dasco menegaskan bahwa peran parlemen sebagai lembaga pengawas tetap aktif dalam memantau perkembangan pasar modal. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan responsibilitas dari BEI terhadap masukan dari lembaga pemeringkat global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, perbaikan struktural dan transparansi menjadi kunci agar pasar dapat menyesuaikan diri dengan standar internasional.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan komitmen penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk indikasi tindak pidana di pasar modal. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap mengawal proses hukum secara profesional dan akuntabel, demi memulihkan kepercayaan publik yang terganggu akibat volatilitas pasar. Langkah ini sejalan dengan upaya memastikan keadilan dan keterbukaan dalam transaksi keuangan yang melibatkan investor domestik maupun asing.
Pertemuan juga menjadi ajang dialog antara regulator, pelaku pasar, dan lembaga pengawas untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi tekanan eksternal. Fokus utama adalah memperkuat tata kelola pasar, menanggapi kritik dari lembaga internasional, serta memastikan sistem yang lebih resilien di masa depan. Tujuan akhirnya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

