Korban Banjir Nepal-China Tembus 750 Orang, 3.000 Lebih Masih Hilang
Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-China mencapai 750 orang, dengan lebih dari 3.000 lainnya masih hilang hingga Minggu (30/8).
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kematian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet telah melampaui angka 750 jiwa, menurut laporan resmi dari otoritas kedua negara pada akhir pekan ini. Peningkatan jumlah korban tewas tercatat dari 670 menjadi 734 di Nepal, sementara di wilayah Tibet, China, setidaknya 16 nyawa meregang akibat bencana tersebut. Data terbaru juga menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 orang masih belum ditemukan, termasuk ratusan warga negara asing yang berada di lokasi terdampak.
Di Nepal, sebanyak 2.498 orang masih dalam status hilang, termasuk ratusan warga asing yang sedang berada di kawasan rawan bencana saat kejadian. Sementara di wilayah Tibet, 546 orang belum ditemukan, dengan 261 di antaranya merupakan pendatang asing, termasuk 18 warga negara Amerika Serikat. Bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) menimbulkan kerusakan luas di jalur transportasi, fasilitas publik, dan pemukiman di sepanjang aliran Sungai Lhende Khola, yang mengalir melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Awalnya, dugaan kuat menyebutkan gempa bumi sebagai penyebab longsoran es dan batuan yang memicu banjir bandang. Namun, hasil analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan bahwa tidak tercatat aktivitas gempa sebelum insiden terjadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan terhadap asumsi awal dan menekankan pentingnya pemantauan geologis yang lebih ketat di wilayah pegunungan rawan bencana.
Kegiatan pencarian dan penyelamatan masih berlangsung intensif di kedua sisi perbatasan, meskipun kondisi medan yang terjal dan cuaca ekstrem menjadi penghambat utama. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area berisiko tinggi, sementara lembaga bantuan internasional mulai menyiapkan logistik dan dukungan medis untuk mempercepat proses evakuasi dan pertolongan korban.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

