Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korsel Pertimbangkan Perluasan Misi Anti-Pembajakan ke Teluk Oman

Korea Selatan meninjau kemungkinan memperluas operasi unit Cheonghae hingga Teluk Oman demi menjaga keamanan pelayaran di kawasan Timur Tengah, menyusul tekanan AS dan meningkatnya ancaman pembajakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 138x dibuka
Korsel Pertimbangkan Perluasan Misi Anti-Pembajakan ke Teluk Oman📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Korea Selatan sedang menelaah opsi memperluas wilayah operasi unit anti-pembajakan Cheonghae hingga ke Teluk Oman, wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz. Langkah ini dipicu oleh peningkatan aktivitas pembajakan di Teluk Aden dan tekanan dari Amerika Serikat, khususnya menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menekan Seoul agar lebih aktif dalam menjaga stabilitas keamanan regional terkait ketegangan dengan Iran.

Meski belum ada keputusan final, kementerian pertahanan menyatakan sedang mempertimbangkan permohonan perpanjangan masa tugas unit Cheonghae hingga 31 Desember 2026. Evaluasi ini juga mencakup kemungkinan pengiriman kapal fregat untuk memperkuat kapasitas operasional, meskipun rincian teknis belum diungkapkan. Perluasan wilayah operasi masih dalam tahap kajian, tanpa indikasi kepastian pelaksanaan.

Unit Cheonghae, yang telah beroperasi sejak 2009, saat ini terdiri dari satu kapal perusak berbobot 4.400 ton, helikopter maritim, tiga perahu karet berkecepatan tinggi, serta sekitar 300 personel. Misi utamanya adalah melindungi kapal-kapal internasional dari serangan perompak di wilayah Teluk Aden, yang kini menunjukkan tren peningkatan ancaman dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa Korea Selatan tidak akan mengirimkan kekuatan militer ke Timur Tengah secara sembarangan yang berpotensi menarik negara ke dalam konflik bersenjata. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah tetap membuka ruang untuk memperbesar peran dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, sejalan dengan komitmen multilateral dalam menjaga stabilitas maritim global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya