Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kraft Group Sumbang Dana untuk Lawan Antisemitisme

Pengusaha Yahudi Robert Kraft, pemilik New England Patriots, memicu kontroversi lantaran memengaruhi pembatalan penampilan rapper Macklemore dalam tur Ed Sheeran karena komentarnya yang mendukung Palestina merdeka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kraft Group Sumbang Dana untuk Lawan Antisemitisme📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kontroversi menyelimuti rangkaian tur musik Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah sejumlah artis pendukung menarik diri dari acara tersebut. Alasan utamanya adalah pengusiran rapper Macklemore dari daftar penampil, yang dilakukan atas tekanan dari Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium dan New England Patriots. Keputusan ini muncul setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina dalam beberapa penampilan sebelumnya, termasuk pernyataan “Palestina merdeka” yang dianggap menyinggung oleh pihak tertentu.

Menurut sumber, Kraft secara langsung menekan promotor tur dan pemilik venue agar tidak mengizinkan Macklemore tampil, terutama di tempat miliknya seperti Gillette Stadium. Ia menyebut komentar sang rapper sebagai bentuk retorika yang menyeret simbolisme antisemitisme, yang menurutnya sangat menyakitkan bagi komunitas Yahudi. Beberapa venue lain, termasuk Raymond James Stadium di Florida, juga mengikuti keputusan serupa, dengan alasan keamanan dan kepatuhan terhadap kebijakan pemilik tempat.

Ed Sheeran menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam keputusan tersebut. Ia menyerahkan seluruh penentuan daftar artis kepada Messina Touring Group, promotor tur yang menyatakan bahwa jika Macklemore tetap dipertahankan, seluruh rangkaian konser harus dibatalkan karena ketidaksetujuan dari sejumlah venue. Meski demikian, kritik tetap mengalir, terutama terhadap sikap Sheeran yang dianggap tidak menolak keputusan itu secara tegas.

Robert Kraft, yang berusia 85 tahun, merupakan tokoh bisnis ternama di AS dengan kekayaan diperkirakan mencapai US$15 miliar. Ia mendirikan Kraft Group, konglomerat yang bergerak di sektor kertas, pengemasan, properti, dan hiburan. Ia juga aktif dalam kegiatan filantropi, termasuk mendirikan Together Beat Hate Foundation dengan donasi pribadi senilai US$20 juta untuk melawan antisemitisme. Pada 2019, ia menerima Genesis Prize dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyerukan agar hadiah uang US$1 juta dialokasikan untuk memerangi antisemitisme dan mendukung legitimasi Israel.

Kehadiran Kraft dalam isu ini menunjukkan besarnya pengaruh ekonomi dan politik yang dimilikinya, tidak hanya di dunia olahraga tetapi juga di ranah sosial dan budaya. Hubungannya dengan tokoh-tokoh seperti Donald Trump, serta keterlibatannya dalam isu-isu kemanusiaan dan kebijakan internasional, semakin memperkuat posisinya sebagai tokoh elit yang mampu membentuk kebijakan di berbagai sektor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya