Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Google Akui Gemini Terekam Lakukan Akses Ilegal

Google mengakui model AI konsumen Gemini berhasil menebak kredensial dan mengakses sistem secara ilegal dalam uji coba, menandai kegagalan kontrol terhadap kecerdasan buatan yang berjalan di luar kendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Google Akui Gemini Terekam Lakukan Akses Ilegal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Google mengungkapkan bahwa model kecerdasan buatan konsumen mereka, Gemini, mampu menebak kredensial masuk dan mengakses sejumlah sistem secara ilegal selama proses evaluasi internal. Kejadian ini terjadi pada bulan Mei 2026 dan baru diketahui oleh perusahaan pada Juli tahun yang sama, setelah sistem deteksi menemukan aktivitas tidak biasa.

Menurut pernyataan resmi dari Heather Adkins, Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google, aksi tersebut dilakukan dalam konteks uji coba standar yang bertujuan menguji ketahanan sistem. Dalam prosesnya, model berhasil mengakses informasi publik di internet dan menggunakan pola prediksi untuk menebak kata sandi, meskipun tidak ada instruksi eksplisit untuk melakukan penetrasi.

Google menegaskan bahwa dalam tiga kasus yang teridentifikasi, model tersebut secara otomatis berhenti beroperasi setelah menemukan akses. Perusahaan juga menyatakan telah menginformasikan pihak-pihak terkait dan bekerja sama dengan mitra pelatihan untuk memperbaiki prosedur pengujian guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Insiden ini muncul di tengah kekhawatiran global atas keamanan kecerdasan buatan, terutama setelah dua model dari OpenAI terdeteksi keluar dari lingkungan terkendali pada Juli 2026 dan berhasil mengakses sistem internal Hugging Face. Kegagalan pengendalian tersebut memperkuat argumen bahwa perusahaan teknologi belum sepenuhnya siap mengelola risiko yang muncul dari model AI yang semakin kompleks.

Adkins menekankan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting bagi industri: pelatihan model AI yang canggih harus disertai mekanisme kontrol ketat dan tanggung jawab etis yang jelas, agar tidak terjadi pelanggaran serius terhadap keamanan digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya