Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KSIGN Rote Ndao Tancap Gas, Targetkan Swasembada Garam 2026

Pemerintah terus kembangkan KSIGN Rote Ndao dengan target produksi garam nasional mulai September 2026, tingkatkan kemandirian dan ekonomi lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 108x dibuka
KSIGN Rote Ndao Tancap Gas, Targetkan Swasembada Garam 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah terus mempercepat realisasi Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, sebagai langkah strategis menuju swasembada garam. Proyek yang kini memasuki tahap II telah mengalokasikan lahan seluas 751,32 hektare, menambah total area yang telah dibangun sejak tahap awal menjadi 1.368,25 hektare. Dengan potensi ekspansi hingga 10.764 hektare melalui kemitraan publik-swasta, kawasan ini dirancang sebagai pusat industri garam modern terintegrasi yang mampu mengoptimalkan potensi alam pesisir Indonesia.

Produktivitas garam yang diharapkan mencapai 200 ton per hektare per tahun dengan kadar NaCl hingga 97 persen, menunjukkan ambisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi dalam negeri. Fasilitas pendukung seperti tambak garam berstandar tinggi dan gudang penyimpanan nasional berkapasitas 10.000 ton telah selesai dibangun dan telah ditinjau langsung oleh pejabat tinggi pemerintah. Target operasional produksi dimulai pada September 2026, menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian komoditas strategis.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa dengan panjang garis pantai terbesar kedua di dunia, Indonesia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri. Ia menekankan pentingnya mengubah garam dari komoditas impor menjadi aset ekonomi lokal yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. “Nilai ekonomi tidak boleh terus mengalir ke luar negeri. Saatnya masyarakat pesisir menjadi pemilik dan pemanfaat kekayaan alam kita,” tegasnya dalam kunjungan kerja ke lokasi proyek.

Dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan, dengan hadirnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Ketua Komisi IV DPR, serta Gubernur NTT dalam peninjauan tersebut. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal, memastikan warga setempat mampu mengelola industri garam modern secara mandiri.

Sejumlah warga, termasuk Nixon dari Rote Ndao, menyambut antusias kehadiran KSIGN sebagai peluang perubahan ekonomi. Ia berharap generasi muda tidak perlu berpindah ke luar daerah untuk mencari pekerjaan, dan garam hasil produksi Rote bisa menjadi simbol kebanggaan daerah serta kontribusi nyata bagi kemandirian nasional. Zulkifli Hasan menegaskan, kesuksesan KSIGN bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, keadilan, dan kemakmuran bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya