Kuba Tuding AS Picu Krisis Energi dan Ekonomi 2025
Kuba mengklaim kebijakan AS di era Trump menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$8,1 miliar pada 2025, sambil menegaskan tak ada perundingan dengan Washington meski tetap terbuka atas komunikasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.33 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Kuba mengungkapkan bahwa kebijakan ekonomi Amerika Serikat pada masa kepemimpinan Donald Trump telah menimbulkan kerugian sebesar US$8,1 miliar—setara Rp143,37 triliun—pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan 7% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, yang menekankan bahwa kebijakan blokade perdagangan tetap berdampak signifikan terhadap kehidupan rakyat.
Rodriguez menegaskan bahwa saat ini tidak ada proses perundingan atau agenda negosiasi baru dengan Amerika Serikat, meskipun tetap ada keinginan untuk menjaga komunikasi. Ia menyoroti bahwa embargo yang berlangsung puluhan tahun kini semakin memperparah kondisi ekonomi dan sosial, terutama setelah adanya pembatasan pasokan minyak yang berdampak langsung pada produksi energi nasional.
Dampaknya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kuba melaporkan bahwa pasokan listrik hanya tersedia dua hingga tiga jam per hari, bahkan lebih singkat di beberapa wilayah. Kondisi ini memicu pemadaman berkepanjangan yang mengganggu aktivitas, memperburuk suhu panas, serta menyebabkan makanan cepat membusuk. Anak-anak pun terpaksa belajar dalam kondisi gelap, sementara akses air bersih dan energi terus terancam.
Badan PBB telah memperingatkan adanya risiko meluasnya wabah penyakit akibat kondisi kesehatan dan akses dasar yang memburuk. Pemerintah AS sendiri belum memberikan respons resmi terhadap pernyataan Rodriguez, namun sebelumnya menyatakan bahwa sanksi diperlukan untuk mendorong perubahan politik di Kuba. Di sisi lain, media internasional melaporkan bahwa lonjakan kasus diare dan infeksi usus di Kuba dikaitkan dengan gangguan pasokan air dan listrik, menunjukkan bahwa konflik bilateral telah merambah ke ranah kemanusiaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


