Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kunjungan DPR ke BEI Dorong Stabilitas Pasar Modal

Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke BEI didampingi otoritas terkait sebagai respons atas penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI, bertujuan menjaga kepercayaan investor dan mempercepat reformasi regulasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 132x dibuka
Kunjungan DPR ke BEI Dorong Stabilitas Pasar Modal📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan kunjungan kerja ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam langkah strategis pasca-pengumuman penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kunjungan ini dilakukan bersama sejumlah pemangku kebijakan utama, termasuk Ketua OJK, Kapolri, dan CEO Danantara Indonesia, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Langkah ini dinilai sebagai bentuk koordinasi lintas lembaga untuk merespons dinamika pasar secara cepat dan terukur.

Pengamat politik Bawono Kumoro menekankan bahwa kehadiran wakil legislatif bersama otoritas eksekutif dan pengawas keuangan menjadi simbol keterlibatan penuh negara dalam menjaga kepercayaan pasar. Menurutnya, koordinasi semacam ini penting untuk mengamankan kepercayaan investor domestik maupun global, terutama dalam situasi ketidakpastian pasca-penurunan status pasar. Ia menyebut bahwa keberadaan pemimpin lembaga terkait dalam satu ruang membuka ruang dialog langsung guna menyusun respons terhadap rekomendasi lembaga internasional.

Dasco menegaskan bahwa DPR RI tidak hanya melakukan pengawasan rutin, tetapi juga aktif meminta perbaikan struktural dari BEI. Ia menekankan bahwa hasil diskusi akan menjadi dasar bagi DPR dalam menilai progres reformasi pasar modal, termasuk dalam menanggapi masukan dari lembaga pemeringkat global. Kunjungan ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan perbaikan regulasi tidak hanya berjalan, tetapi juga sejalan dengan standar internasional.

Di tengah dinamika pasar yang menunjukkan volatilitas, para pemangku kebijakan menekankan pentingnya menjaga rasionalitas dan fokus pada fundamental ekonomi. Mereka menyerukan kepada investor untuk tidak terpengaruh oleh gejolak jangka pendek dan tetap melihat potensi jangka panjang dari pasar modal Indonesia. Upaya ini, diharapkan, dapat memperkuat ketahanan sistem dan memulihkan kepercayaan pasar secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya