Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laba Bersih Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun di Kuartal III 2026

Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 20,7% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kredit dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 49x dibuka
Laba Bersih Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun di Kuartal III 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun pada akhir kuartal III 2026, menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,7% secara tahunan. Pencapaian ini menjadi bukti kinerja operasional yang solid, didukung oleh ekspansi kredit yang sehat, peningkatan volume transaksi digital, serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya. Perusahaan menekankan bahwa pertumbuhan laba bukan satu-satunya tujuan, melainkan juga menjaga kualitas dan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun hingga September 2026, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,7% menjadi Rp1.750,2 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan daya tarik produk perbankan Mandiri di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Total aset perseroan juga melonjak menjadi Rp2.404,1 triliun, naik 20,1% dari tahun sebelumnya, menunjukkan ekspansi aset yang seimbang dengan pertumbuhan pendapatan.

Dalam struktur kredit, sektor korporasi menjadi pendorong utama dengan pencapaian Rp700 triliun, tumbuh 22% YoY. Sementara kredit ekosistem yang mencakup segmen usaha kecil, menengah, mikro, dan konsumen mencapai Rp174 triliun, naik 9% dari tahun lalu. Khusus kredit mikro non-subsidi, posisinya mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 12,9% secara tahunan, menjadi bagian dari strategi perluasan akses pendanaan bagi pelaku usaha produktif di 37 provinsi.

Efisiensi operasional turut berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan. Rasio cost to income ratio (CIR) turun menjadi 36,1% per September 2026, dari 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan efisiensi biaya. Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 0,98% dari 1,03% tahun lalu, sementara rasio kredit dalam perhatian khusus (SML) menurun ke 2,88% dari 3,35%. NPL coverage ratio tercatat sebesar 243%, dengan cost of credit hanya 0,55%, menunjukkan kekuatan penanganan risiko.

Pada sektor permodalan, capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri secara bank only berada di level 18,4% per September 2026, menunjukkan kesehatan struktur modal yang kuat. Angka ini menjadi fondasi penting bagi ekspektasi ekspansi bisnis yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, efisiensi, dan kualitas aset yang terjaga, Mandiri memperkuat posisinya sebagai bank nasional dengan pertumbuhan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya