Laba Bersih Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun di Kuartal III 2026
Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 20,7% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kredit dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 49x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun pada akhir kuartal III 2026, menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,7% secara tahunan. Pencapaian ini menjadi bukti kinerja operasional yang solid, didukung oleh ekspansi kredit yang sehat, peningkatan volume transaksi digital, serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya. Perusahaan menekankan bahwa pertumbuhan laba bukan satu-satunya tujuan, melainkan juga menjaga kualitas dan keberlanjutan dalam jangka panjang.
Penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun hingga September 2026, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,7% menjadi Rp1.750,2 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan daya tarik produk perbankan Mandiri di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Total aset perseroan juga melonjak menjadi Rp2.404,1 triliun, naik 20,1% dari tahun sebelumnya, menunjukkan ekspansi aset yang seimbang dengan pertumbuhan pendapatan.
Dalam struktur kredit, sektor korporasi menjadi pendorong utama dengan pencapaian Rp700 triliun, tumbuh 22% YoY. Sementara kredit ekosistem yang mencakup segmen usaha kecil, menengah, mikro, dan konsumen mencapai Rp174 triliun, naik 9% dari tahun lalu. Khusus kredit mikro non-subsidi, posisinya mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 12,9% secara tahunan, menjadi bagian dari strategi perluasan akses pendanaan bagi pelaku usaha produktif di 37 provinsi.
Efisiensi operasional turut berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan. Rasio cost to income ratio (CIR) turun menjadi 36,1% per September 2026, dari 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan efisiensi biaya. Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 0,98% dari 1,03% tahun lalu, sementara rasio kredit dalam perhatian khusus (SML) menurun ke 2,88% dari 3,35%. NPL coverage ratio tercatat sebesar 243%, dengan cost of credit hanya 0,55%, menunjukkan kekuatan penanganan risiko.
Pada sektor permodalan, capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri secara bank only berada di level 18,4% per September 2026, menunjukkan kesehatan struktur modal yang kuat. Angka ini menjadi fondasi penting bagi ekspektasi ekspansi bisnis yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, efisiensi, dan kualitas aset yang terjaga, Mandiri memperkuat posisinya sebagai bank nasional dengan pertumbuhan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

