Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lagu "Hari Merdeka" dan Misi Perjuangan di Tengah Kebangkitan Bangsa

Lagu "Hari Merdeka" ciptaan Husein Mutahar tahun 1946 tetap menjadi simbol semangat nasionalisme dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lagu "Hari Merdeka" dan Misi Perjuangan di Tengah Kebangkitan Bangsa
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Lagu berjudul "Hari Merdeka" lahir pada masa kritis perjuangan kemerdekaan Indonesia, ketika negara masih menghadapi ancaman militer asing. Diciptakan oleh Husein Mutahar, yang saat itu bertugas sebagai ajudan Presiden Soekarno di Yogyakarta, lagu ini awalnya dibuat sebagai aubade—nyanyian penghormatan resmi—dalam konteks perjuangan yang penuh tantangan. Liriknya yang langsung menyebut "Tujuh belas Agustus tahun empat lima" menjadi pengingat abadi akan momen Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Karakter musik mars dengan tempo cepat dan lirik yang penuh semangat mencerminkan suasana masa itu, di mana rakyat dituntut untuk tetap siap mempertahankan kemerdekaan. Frasa "Sekali merdeka tetap merdeka" menjadi slogan hidup yang menekankan komitmen tak tergoyahkan terhadap negara. Lagu ini tak hanya dinyanyikan dalam upacara, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi nasional yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjuangan para pendahulu.

Husein Mutahar, pencipta lagu ini, bukan sekadar komposer, tetapi tokoh penting dalam sejarah perjuangan. Ia turut berperan dalam pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan menyelamatkan Bendera Pusaka saat Agresi Militer Belanda II. Lahir di Semarang pada 1916 dan wafat di Jakarta tahun 2004, karyanya tetap hidup sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia.

Makna mendalam dari "Hari Merdeka" terletak pada pesan rasa syukur, cinta tanah air, kesetiaan, dan tekad untuk menjaga keutuhan negara. Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini terus menjadi alat edukasi dan pemantik semangat dalam berbagai peringatan kemerdekaan. Setiap kali dinyanyikan, ia mengingatkan seluruh warga negara akan perjuangan yang telah dilalui dan tanggung jawab yang harus dipertahankan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya