Lagu "Hari Merdeka" dan Misi Perjuangan di Tengah Kebangkitan Bangsa
Lagu "Hari Merdeka" ciptaan Husein Mutahar tahun 1946 tetap menjadi simbol semangat nasionalisme dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.30 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lagu berjudul "Hari Merdeka" lahir pada masa kritis perjuangan kemerdekaan Indonesia, ketika negara masih menghadapi ancaman militer asing. Diciptakan oleh Husein Mutahar, yang saat itu bertugas sebagai ajudan Presiden Soekarno di Yogyakarta, lagu ini awalnya dibuat sebagai aubade—nyanyian penghormatan resmi—dalam konteks perjuangan yang penuh tantangan. Liriknya yang langsung menyebut "Tujuh belas Agustus tahun empat lima" menjadi pengingat abadi akan momen Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Karakter musik mars dengan tempo cepat dan lirik yang penuh semangat mencerminkan suasana masa itu, di mana rakyat dituntut untuk tetap siap mempertahankan kemerdekaan. Frasa "Sekali merdeka tetap merdeka" menjadi slogan hidup yang menekankan komitmen tak tergoyahkan terhadap negara. Lagu ini tak hanya dinyanyikan dalam upacara, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi nasional yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjuangan para pendahulu.
Husein Mutahar, pencipta lagu ini, bukan sekadar komposer, tetapi tokoh penting dalam sejarah perjuangan. Ia turut berperan dalam pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan menyelamatkan Bendera Pusaka saat Agresi Militer Belanda II. Lahir di Semarang pada 1916 dan wafat di Jakarta tahun 2004, karyanya tetap hidup sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia.
Makna mendalam dari "Hari Merdeka" terletak pada pesan rasa syukur, cinta tanah air, kesetiaan, dan tekad untuk menjaga keutuhan negara. Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini terus menjadi alat edukasi dan pemantik semangat dalam berbagai peringatan kemerdekaan. Setiap kali dinyanyikan, ia mengingatkan seluruh warga negara akan perjuangan yang telah dilalui dan tanggung jawab yang harus dipertahankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West
Ribuan penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum konser Kanye West, tampil kompak dengan merchandise khas berlogo bintang merah dan tulisan "YE LIVE AT GELORA BUNG KARNO 10.24.26".
24 Oktober 2026

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

