Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Layanan Feri Gratis Dorong Akses Pendidikan di Daerah Terpencil

Program feri gratis di Bo'ai, Funing, telah menjangkau 329 siswa sejak 2021, melayani lebih dari 147 ribu perjalanan demi memastikan akses pendidikan yang terjamin di wilayah terpencil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Layanan Feri Gratis Dorong Akses Pendidikan di Daerah Terpencil
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di kawasan pegunungan yang terpencil di Kabupaten Funing, akses ke sekolah bagi anak-anak desa-desa sekitar dulu menjadi tantangan besar. Medan yang sulit dan banyak sungai menghambat perjalanan, sehingga siswa harus menyeberangi aliran air menggunakan perahu swasta atau menempuh jalan berbatu dengan kendaraan. Kondisi ini berdampak langsung pada keterlambatan dan bahkan kegagalan masuk sekolah bagi sejumlah anak.

Sejak 2021, pemerintah setempat meluncurkan inisiatif layanan feri gratis untuk memastikan setiap anak bisa menempuh perjalanan sekolah dengan aman dan teratur. Kini, tujuh unit bus sekolah air beroperasi di 12 titik penyeberangan strategis di Bo'ai, berjalan sesuai jadwal sekolah secara rutin. Setiap hari, ratusan siswa naik feri yang dioperasikan secara terkoordinasi, memastikan ketepatan waktu dan kenyamanan selama perjalanan.

Hingga kini, sebanyak 329 murid telah memanfaatkan layanan ini secara konsisten. Sejak peluncuran program, lebih dari 147.000 perjalanan telah dilakukan tanpa biaya bagi keluarga siswa. Program ini bukan hanya mengurangi beban ekonomi, tetapi juga menekan angka putus sekolah akibat kesulitan akses. Keterlibatan pemerintah dalam penyediaan transportasi pendidikan menjadi bukti komitmen terhadap pemerataan pendidikan di wilayah terpencil.

Kehadiran feri berbasis kota kabupaten ini menjadi model konkret bagaimana inovasi layanan publik dapat mengatasi tantangan geografis. Dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan komunitas, akses pendidikan tidak lagi terbatas oleh alam, tetapi menjadi hak yang dapat dijamin secara praktis dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya