Lima Orangutan Sumatera Dijadikan Objek Rehabilitasi di Jambi
Lima individu Orangutan Sumatera yang diselamatkan dari Riau dan Sumatera Utara kini menjalani proses rehabilitasi di stasiun khusus di Jambi untuk kembali ke alam.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lima ekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang sebelumnya menjadi korban perdagangan ilegal atau hasil penyelamatan dari wilayah Langkat, Padang Lawas, dan Dumai kini berada di stasiun rehabilitasi Open Orangutan Sanctuary (OOS) di Danau Alo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Mereka diterima oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dalam kondisi yang memerlukan penanganan khusus akibat interaksi manusia.
Proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemeriksaan kesehatan dan penyesuaian lingkungan. Empat dari lima individu berasal dari Pusat Karantina Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumatera Utara, sementara satu lainnya diselamatkan dari Kota Dumai, Riau. Semua satwa dilindungi ini kini menjalani masa adaptasi di fasilitas yang dilengkapi pendidikan lanjutan guna mengembalikan perilaku alami dan ketahanan hidup.
Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, menegaskan bahwa setiap individu memiliki ritme pemulihan yang berbeda, tergantung pada latar belakang hidup dan tingkat keterampilan fisik. Masa adaptasi ini bisa berlangsung selama beberapa bulan, tergantung kondisi masing-masing. Tujuan utamanya adalah memastikan mereka siap secara fisik dan perilaku untuk kembali ke habitat alami.
Rehabilitasi bertujuan tidak hanya untuk memperbesar populasi Orangutan Sumatera di alam liar, tetapi juga mendukung regenerasi ekosistem hutan melalui peran penting orangutan sebagai penyebar benih. Setelah proses selesai, rencananya satwa akan dilepasliarkan di kawasan perbatasan antara Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan hutan produksi di Kabupaten Tebo atau Tanjung Jabung Barat.
Kondisi satwa saat ini dinilai stabil dan dalam pemantauan rutin. BKSDA Jambi menegaskan komitmennya untuk menjamin keberhasilan pelepasliaran melalui pendekatan ilmiah dan pengawasan berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah memastikan keberlangsungan spesies langka ini di alam bebas dengan dukungan ekosistem yang sehat dan terjaga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

