Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Literasi Bisnis Perkuat Pemulihan Ekraf Tapanuli Selatan

Program literasi bisnis dari Kemenekraf berfokus pada penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana di Tapanuli Selatan untuk membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Literasi Bisnis Perkuat Pemulihan Ekraf Tapanuli Selatan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar pelatihan literasi bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan utamanya adalah memastikan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada aktivasi kembali usaha, tetapi melahirkan unit usaha yang mampu beradaptasi, tumbuh, dan bertahan dalam jangka panjang. Kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam pembentukan ekosistem pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen operasional, pengelolaan keuangan, serta akses ke lembaga keuangan formal. Materi disampaikan secara langsung oleh perwakilan dari Kemenekraf, PT Bank Mandiri, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara. Fokus utama meliputi pencegahan risiko finansial, seperti investasi ilegal, pinjaman online tanpa izin, judi daring, serta pemanfaatan sistem informasi keuangan nasional.

Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, daerah, lembaga jasa keuangan, dan mitra sosial. Asisten III Sekretariat Daerah Tapanuli Selatan menyambut positif inisiatif tersebut, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani pemulihan ekonomi masyarakat. Ia menilai pendekatan terpadu ini lebih efektif dibanding pendekatan tunggal yang tidak mampu menjangkau semua aspek kebutuhan pemulihan.

Setelah fase literasi, pelaku usaha yang memenuhi kriteria akan menjalani tahap kurasi, pendampingan intensif, hingga sesi presentasi kepada investor dan lembaga pembiayaan. Proses pemantauan berkala akan dilakukan untuk menjamin efektivitas dukungan. Dengan pendekatan ini, Kemenekraf menargetkan terciptanya pelaku ekonomi kreatif yang tidak hanya pulih, tetapi juga berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya