Literasi Keuangan RI Capai 69%, Inklusi Melebihi 93%
Tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69% dan inklusi keuangan lebih dari 93%, melampaui target RPJMN berdasarkan survei bersama OJK, BPS, dan LPS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Angka literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 69%, sementara tingkat inklusi keuangan melampaui angka 93%, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguatan akses dan pemahaman keuangan rakyat. Capaian ini dirilis dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Data ini menegaskan bahwa upaya pemerintah dan lembaga terkait telah berdampak nyata dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa hasil survei tersebut telah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ia menyoroti sinergi kuat antara OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku jasa keuangan sebagai kunci keberhasilan. Dalam kesempatan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Convention Centre, 22 Oktober 2026, ia menyebutkan bahwa inisiatif strategis telah menghasilkan dampak langsung di berbagai sektor ekonomi.
Salah satu program unggulan yang mencatat hasil konkret adalah program Kredit Melawan Rentenir, dengan total penyaluran mencapai Rp64 triliun. Selain itu, pembiayaan untuk sektor prioritas telah menyerap Rp54 triliun, terutama untuk mendukung UMKM dan pelaku ekonomi mikro. Program 1 Rekening 1 Pelajar juga terus diperluas, dengan pelaksanaan edukasi keuangan kepada anak-anak di sekolah-sekolah, mulai dari pendirian rekening sederhana dengan modal awal Rp5.000 yang didukung oleh bank nasional, bank daerah, dan institusi keuangan lainnya.
Dalam periode Agustus hingga Oktober 2026, penyaluran kredit telah menjangkau 2,1 juta debitur dengan nilai total Rp53 triliun. Proses ini melibatkan 350 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), termasuk bank pembangunan daerah (BPD), bank perekonomian rakyat (BPR), dan lembaga pembiayaan. Friderica menegaskan komitmen OJK untuk melanjutkan upaya inklusi keuangan dengan membangun Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, sebagai wujud realisasi amanat pemerintah untuk memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil dalam meningkatkan kesejahteraan melalui sistem keuangan yang inklusif dan terjangkau.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

