Makanan Sehat Bisa Picu Kentut, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Makanan kaya serat seperti kacang dan sayuran cruciferous memicu kentut karena fermentasi bakteri usus, tetapi proses ini justru menghasilkan senyawa bermanfaat bagi kesehatan organ dalam.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Konsumsi makanan sehat seperti kacang-kacangan, brokoli, dan kubis kerap dikaitkan dengan peningkatan gas dalam perut, meski secara medis justru menunjukkan efek positif pada keseimbangan mikroba usus. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna sebagian karbohidrat kompleks, terutama oligosakarida, sehingga zat tersebut mencapai usus besar. Di sana, bakteri probiotik melakukan fermentasi, menghasilkan gas sebagai produk sampingan alami dari proses metabolisme.
Proses fermentasi tidak hanya menghasilkan gas, tetapi juga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, hati, dan sistem saraf. Senyawa ini menyebar ke seluruh tubuh, membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi metabolisme. Dengan demikian, kentut yang sering terjadi bukan tanda gangguan, melainkan indikator aktivitas biologis yang sehat di saluran pencernaan.
Toleransi terhadap makanan tertentu bervariasi antarindividu, tergantung pada komposisi bakteri usus dan kondisi kesehatan pencernaan. Orang dengan sindrom iritasi usus (IBS) atau intoleransi tertentu lebih rentan mengalami kembung dan gas berlebihan setelah mengonsumsi makanan tinggi FODMAP—kelompok karbohidrat yang mudah difermentasi, seperti bawang, gandum, dan buah-buahan tertentu. Bahkan, senyawa sulfur dalam sayuran cruciferous seperti kubis dan kale turut berkontribusi pada bau kentut yang lebih kuat.
Ahli gizi menyatakan bahwa tidak semua kentut berarti masalah. Justru, kemampuan tubuh memproduksi gas melalui fermentasi menunjukkan sistem pencernaan yang aktif dan seimbang. Perubahan pola makan secara bertahap dapat membantu tubuh menyesuaikan diri, sehingga peningkatan gas dapat berkurang seiring waktu.
Penting untuk memahami bahwa kentut adalah proses alamiah dan tidak perlu dikhawatirkan selama tidak disertai nyeri atau gangguan lain. Makanan sehat yang memicu kentut justru memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan organ vital. Dengan memahami mekanisme fermentasi, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan tanpa perlu takut pada dampak samping yang wajar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


