Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Makanan Sehat Bisa Picu Kentut, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makanan kaya serat seperti kacang dan sayuran cruciferous memicu kentut karena fermentasi bakteri usus, tetapi proses ini justru menghasilkan senyawa bermanfaat bagi kesehatan organ dalam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Makanan Sehat Bisa Picu Kentut, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Konsumsi makanan sehat seperti kacang-kacangan, brokoli, dan kubis kerap dikaitkan dengan peningkatan gas dalam perut, meski secara medis justru menunjukkan efek positif pada keseimbangan mikroba usus. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna sebagian karbohidrat kompleks, terutama oligosakarida, sehingga zat tersebut mencapai usus besar. Di sana, bakteri probiotik melakukan fermentasi, menghasilkan gas sebagai produk sampingan alami dari proses metabolisme.

Proses fermentasi tidak hanya menghasilkan gas, tetapi juga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, hati, dan sistem saraf. Senyawa ini menyebar ke seluruh tubuh, membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi metabolisme. Dengan demikian, kentut yang sering terjadi bukan tanda gangguan, melainkan indikator aktivitas biologis yang sehat di saluran pencernaan.

Toleransi terhadap makanan tertentu bervariasi antarindividu, tergantung pada komposisi bakteri usus dan kondisi kesehatan pencernaan. Orang dengan sindrom iritasi usus (IBS) atau intoleransi tertentu lebih rentan mengalami kembung dan gas berlebihan setelah mengonsumsi makanan tinggi FODMAP—kelompok karbohidrat yang mudah difermentasi, seperti bawang, gandum, dan buah-buahan tertentu. Bahkan, senyawa sulfur dalam sayuran cruciferous seperti kubis dan kale turut berkontribusi pada bau kentut yang lebih kuat.

Ahli gizi menyatakan bahwa tidak semua kentut berarti masalah. Justru, kemampuan tubuh memproduksi gas melalui fermentasi menunjukkan sistem pencernaan yang aktif dan seimbang. Perubahan pola makan secara bertahap dapat membantu tubuh menyesuaikan diri, sehingga peningkatan gas dapat berkurang seiring waktu.

Penting untuk memahami bahwa kentut adalah proses alamiah dan tidak perlu dikhawatirkan selama tidak disertai nyeri atau gangguan lain. Makanan sehat yang memicu kentut justru memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan organ vital. Dengan memahami mekanisme fermentasi, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan tanpa perlu takut pada dampak samping yang wajar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya