Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Jadi Pegawai Koperasi Setelah Kontrak Berakhir

Setelah masa kontrak dua tahun sebagai pegawai PKWT berakhir, manajer Kopdes Merah Putih secara resmi menjadi pegawai koperasi dengan harapan kemandirian finansial mulai bulan ke-25.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 124x dibuka
Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Jadi Pegawai Koperasi Setelah Kontrak Berakhir📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah masa kontrak dua tahun sebagai pegawai dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) berakhir, manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara resmi beralih status menjadi pegawai koperasi. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk membangun kemandirian koperasi di tingkat desa melalui pendekatan operasional berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi menegaskan bahwa periode kontrak dua tahun menjadi fase krusial dalam membangun fondasi operasional dan pengelolaan usaha koperasi. Selama masa ini, pemerintah memfasilitasi pembayaran gaji manajer agar fokus sepenuhnya pada pengembangan bisnis, peningkatan anggota, dan penguatan potensi lokal.

Dalam konferensi pers, pejabat tersebut menekankan bahwa pada bulan ke-25, koperasi diharapkan telah mencapai kemandirian finansial dan mampu membayar gaji pegawainya tanpa ketergantungan pada anggaran negara. “Bulan ke-25 itu kan seharusnya koperasi sudah bisa beroperasi dengan membayar gaji-gaji ini sendiri,” ujarnya, menekankan bahwa koperasi sebagai badan usaha harus mampu berdiri sendiri.

Untuk mencapai target tersebut, manajer dituntut mencapai sejumlah indikator kinerja, seperti peningkatan volume transaksi penjualan, perluasan jaringan anggota dari masyarakat desa, serta integrasi produk unggulan dan potensi lokal. Salah satu fokus utama adalah menetapkan target transaksi harian yang cukup untuk menutupi besaran gaji yang sebelumnya dibayarkan oleh pemerintah melalui Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam praktik, sejumlah koperasi telah menunjukkan progres menjanjikan. Beberapa di antaranya telah mencatat transaksi harian mencapai Rp1 juta hanya dari aktivitas toko, sebelum seluruh potensi usaha seperti jualan barang subsidi dan produk lokal berjalan secara optimal. Angka ini menjadi acuan realistis bagi koperasi lain untuk mempercepat pencapaian kemandirian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya