Martha Tilaar Tutup Usia, Pionir Kosmetik Alami Berpulang di Usia 89 Tahun
Tokoh pelopor industri kecantikan lokal yang menggabungkan tradisi Nusantara dengan inovasi modern meninggal dunia pada usia 89 tahun, meninggalkan warisan bisnis dan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan inisiator merek Sariayu, berpulang pada Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun. Ia dikenang sebagai sosok yang mengubah wajah industri kecantikan Indonesia dengan memperkenalkan produk berbahan alami yang berakar pada tradisi perawatan lokal. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, perjalanannya dimulai dari sebuah salon kecil yang didirikan di garasi rumah orang tuanya di Jakarta Pusat, lalu berkembang menjadi jaringan bisnis yang mencakup produk kecantikan, layanan spa, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Pada 1970, ia membuka Martha Salon di kawasan Menteng, menjadi titik awal transformasi dari layanan perawatan individu menjadi model bisnis berkelanjutan. Pendidikannya di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, menjadi fondasi pengembangan pendekatan kecantikan yang menggabungkan teknik modern dan nilai budaya lokal. Pada 1977, bersama mitra bisnis, ia mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan Sariayu sebagai merek kosmetik berbasis jamu dan bahan alami, yang kemudian menjadi simbol keberhasilan produk lokal di pasar nasional.
Pengembangan produk Sariayu didasarkan pada riset mendalam terhadap manuskrip kuno Keraton Yogyakarta dan kolaborasi dengan ahli antropologi, memastikan bahwa setiap formulasi mencerminkan kearifan lokal. Pada 1987, merek ini meluncurkan koleksi warna yang terinspirasi dari keragaman budaya Nusantara, menegaskan komitmen terhadap identitas bangsa. Seiring waktu, portofolio bisnis berkembang meliputi merek seperti Biokos, Caring Colours, Belia, dan PAC, sekaligus memperluas jaringan layanan salon, spa, dan pelatihan kecantikan melalui Martha Tilaar Training Center.
Upaya pemberdayaan perempuan menjadi inti dari filosofi bisnisnya. Program pelatihan yang dikembangkan telah melibatkan sekitar 5.600 perempuan di dalam dan luar negeri, memberikan akses terhadap keterampilan profesional dan kemandirian ekonomi. Pengakuan internasional, termasuk gelar SDG Pioneers dari United Nations Global Compact pada 2018, menegaskan dampak sosial yang berkelanjutan dari pendekatan bisnis berkelanjutan tersebut. Ia juga menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Joko Widodo pada 2016, serta berbagai penghargaan dari institusi seperti Indiana University dan BPPT.
Warisan Martha Tilaar bukan hanya dalam bentuk produk, tetapi juga dalam kontribusi terhadap pelestarian jamu dan tradisi perawatan alami Indonesia. Melalui pendekatan yang menyatukan ilmu modern dengan kearifan lokal, ia membuka jalan bagi merek lokal untuk bersaing secara global tanpa mengorbankan identitas budaya. Kepulangannya menandai akhir dari era pionir yang mengubah persepsi kecantikan di Indonesia, sekaligus mengingatkan bahwa inovasi terbaik sering kali berasal dari akar tradisi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

