Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mayat Pria di Kamar Indekos Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada mayat pria 24 tahun yang ditemukan terbungkus kain hitam di indekos Jakarta Barat, sementara lima pelaku tawuran diamankan bersama sembilan celurit di Jakarta Timur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Mayat Pria di Kamar Indekos Tak Ditemukan Tanda Kekerasan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Seorang pemuda berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus kain hitam di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (8/10). Penemuan dilakukan oleh pihak pengelola indekos setelah korban tidak kunjung keluar dari kamar selama beberapa hari. Kepolisian setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengirim jenazah ke rumah sakit untuk visum.

Hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan oleh RS Polri menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang menyebabkan kematian. Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, memastikan bahwa penyebab kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut, namun tidak ditemukan indikasi penganiayaan atau kekerasan. Temuan ini menutup kemungkinan tindak pidana kekerasan sebagai penyebab meninggalnya korban.

Di wilayah berbeda, tim patroli gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap lima orang pelaku tawuran di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari. Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat pada pukul 02.10 WIB. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sembilan celurit yang diduga digunakan dalam aksi baku hantam. Kegiatan penindakan cepat ini menunjukkan respons instan terhadap gangguan ketertiban umum yang dilaporkan masyarakat.

Kronologi penemuan korban menyebutkan bahwa MF sempat berkomunikasi melalui telepon dengan kakaknya, Fani, pada Selasa (6/10), dua hari sebelum ditemukan tewas. Namun, setelah itu, korban tidak lagi merespons pesan maupun telepon. Keterangan ini menjadi salah satu poin penting dalam proses identifikasi dan pelacakan keberadaan korban sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal.

Penyidik masih terus mengumpulkan data dari lingkungan sekitar, rekaman CCTV, dan keterangan saksi untuk melengkapi proses penyelidikan. Sementara itu, polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa mempercepat kesimpulan tanpa bukti.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya