Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MKNT Resmi Bertransformasi, Dukung Pertumbuhan Lewat Modal Baru

Perseroan resmi mengubah struktur modal, pengendali, dan portofolio bisnis dengan total penambahan modal Rp1,024 triliun melalui konversi utang dan investasi baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
MKNT Resmi Bertransformasi, Dukung Pertumbuhan Lewat Modal Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Remitra Global International Tbk secara resmi memasuki fase transformasi besar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 September 2026 disetujui seluruh pemegang saham. Keputusan tersebut mencakup penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai Rp1,024 triliun, perubahan nama perseroan, serta penyesuaian struktur pengelolaan perusahaan. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam memperbaiki kesehatan keuangan dan memperkuat basis pertumbuhan jangka panjang.

Dana dari penambahan modal tersebut berasal dari konversi kewajiban kepada dua kreditur, yakni PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar dan PT Mantra Capital Persadan senilai Rp154,925 miliar. Selain itu, perseroan menerima dana tunai Rp200 miliar dari lima investor independen dan tambahan Rp1,5649 miliar dari PT Mantra Capital Persadan. Dengan pelaksanaan PMTHMETD, posisi ekuitas perusahaan kembali berada di angka positif, membuka peluang bagi operasional bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Perubahan struktur modal turut mengubah pengendali perusahaan. PT Headwell Bintang Energi Hijau kini resmi menjadi pengendali baru, dengan Handoyo Setiawan sebagai pemilik manfaat akhir. Perubahan ini menandai pergeseran arah strategis perseroan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Transformasi tidak hanya terjadi pada struktur kepemilikan, tetapi juga pada lini bisnis yang kini mencakup sektor manufaktur baja dan budidaya udang.

Dua entitas baru, PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping, telah resmi diambil alih sejak 29 Mei 2026. Kedua perusahaan ini menjadi bagian integral dari portofolio baru Remitra Global, menambah eksposur ke sektor industri dan pertanian berbasis sumber daya alam. Dalam struktur pengurus, Handoyo Setiawan menjabat sebagai Komisaris Utama, sementara Santoso Widjojo ditunjuk sebagai Direktur Utama. Kedua kepemimpinan ini diharapkan mampu mempercepat eksekusi strategi transformasi.

Santoso Widjojo, Direktur Utama Remitra Global International, menyatakan bahwa RUPSLB merupakan titik balik penting dalam perjalanan perusahaan. “Kami kini memiliki fondasi yang lebih kuat secara modal dan tata kelola. Ini adalah awal dari komitmen baru untuk menjalankan bisnis secara transparan, berkelanjutan, dan memberi nilai nyata bagi pemegang saham,” ujarnya. Ke depan, fokus utama akan difokuskan pada pelaksanaan aksi korporasi, penguatan kinerja anak perusahaan, serta pengembangan bisnis baru yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya