Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MKNT Rombak Bisnis, Fokus ke Baja dan Udang

PT Remitra Global International Tbk (MKNT) resmi bertransformasi dari distributor telekomunikasi ke manufaktur baja dan budidaya udang, didukung restrukturisasi kepemilikan dan penambahan modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
MKNT Rombak Bisnis, Fokus ke Baja dan Udang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah menyelesaikan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), PT Remitra Global International Tbk (MKNT) secara resmi mengubah arah bisnisnya. Perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang distribusi perangkat telekomunikasi kini beralih fokus ke dua sektor strategis: manufaktur baja struktural dan budidaya udang air payau. Transformasi ini merupakan bagian dari rencana penataan struktur bisnis jangka panjang yang dipimpin oleh manajemen baru.

Kegiatan manufaktur baja telah beroperasi sejak 2008, dengan kapasitas produksi billet awal 100.000 ton per tahun yang berhasil ditingkatkan menjadi dua kali lipat dalam dua tahun. Saat ini, produk baja struktural MKNT dipasarkan untuk berbagai proyek konstruksi di seluruh Indonesia. Di bidang perikanan, anak usaha MKNT mengelola tambak udang di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, dengan luas lahan 27,72 hektare dan area kolam aktif 12,18 hektare yang terbagi dalam tiga blok, berfokus pada produksi udang berkualitas tinggi.

Pengelolaan baru juga membuka ruang bagi eksplorasi sektor energi terbarukan. Manajemen MKNT kini mengkaji potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga surya (PLTS), panas bumi (PLTPB), serta pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Langkah ini selaras dengan arahan kebijakan energi nasional dan diharapkan mampu memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Pemegang saham baru, PT Headwell Bintang Energi Hijau, kini menjabat sebagai pengendali utama MKNT, dengan Handoyo Setiawan sebagai pemilik manfaat akhir. Melalui PMTHMETD senilai Rp1,024 triliun, sebagian besar utang dikonversi ke saham, didukung suntikan dana tunai Rp200 miliar dari lima investor independen. Hasilnya, posisi ekuitas perusahaan kembali positif, dengan proforma aset mencapai Rp1,60 triliun, liabilitas Rp628 miliar, dan rasio liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,64 kali.

Pembaruan struktur kepemimpinan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 14 September 2026. Santoso Widjojo ditunjuk sebagai Direktur Utama, sementara Jehuda Ebenhaezer Winata menjabat Direktur. Di sisi komisaris, Handoyo Setiawan menjabat Komisaris Utama, didampingi Idrus Marham dan Erry Firmansyah sebagai komisaris independen. Rencana perluasan kegiatan usaha sebagai holding di Oktober 2026 dan penyesuaian kegiatan usaha melalui RUPSLB tahunan 2026 akan menjadi langkah krusial dalam perjalanan transformasi MKNT.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya