Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri Ara dan Bahlil Bahas Perumahan Ramah Energi Bersih

Pertemuan Menteri Perumahan dan Menteri ESDM fokus pada integrasi energi bersih dalam proyek perumahan untuk pekerja industri di wilayah strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menteri Ara dan Bahlil Bahas Perumahan Ramah Energi Bersih📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan langsung ke kantor Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, pada Jumat (9/10/2026). Kedatangan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antarlembaga dalam merancang konsep perumahan berkelanjutan yang berbasis energi bersih. Fokus utama pertemuan adalah pengembangan kawasan perumahan yang terintegrasi dengan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) dan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Bahlil menjelaskan bahwa integrasi fasilitas energi terbarukan dalam perencanaan perumahan menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyediaan hunian layak, terutama bagi tenaga kerja di kawasan industri. Ia menegaskan bahwa konsep ini telah muncul dari gagasan kementeriannya dan diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembangunan permukiman modern. Pertemuan berlangsung dalam suasana kooperatif dan disepakati sebagai langkah awal yang produktif untuk pelaksanaan skema berkelanjutan.

Maruarar Sirait menekankan bahwa ide pengintegrasian energi bersih berasal dari inisiatif Bahlil, yang kemudian dikembangkan berdasarkan hasil peninjauan bersama Presiden Prabowo Subianto ke Maluku Utara. Di wilayah tersebut, sejumlah proyek industri telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga diperlukan solusi hunian yang memadai dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah akan meluncurkan proyek percontohan di Maluku Utara, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi, termasuk di kawasan Meikarta yang sebelumnya diberikan sebagai hibah oleh Lippo seluas 30 hektar.

Pelaksanaan proyek tersebut, menurut Maruarar, masih dalam tahap pematangan aspek teknis, regulasi, pemetaan lahan, serta skema pembiayaan. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan semua elemen pendukung sebelum penyebaran skema ke wilayah lain. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan perumahan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga berkontribusi pada transisi energi nasional dengan meminimalisasi ketergantungan pada energi fosil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya