Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Pangan Presiden Mulai Disalurkan di Manado

Kemenko Pangan mulai menyalurkan bantuan beras 5 kg di Manado sebagai bagian dari program Bantuan Pangan Presiden untuk periode Oktober–Desember 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Pangan Presiden Mulai Disalurkan di Manado📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan resmi memulai penyaluran bantuan pangan di Manado, Sulawesi Utara, dengan distribusi beras sebanyak 5 kilogram per keluarga. Penyerahan ini menjadi awal dari proses penyaluran yang akan menjangkau 33,2 juta penerima manfaat secara nasional, khususnya keluarga dari desil 1 hingga desil 4. Bantuan ini merupakan bagian dari program Bantuan Pangan Presiden yang dilanjutkan dari periode sebelumnya, Juli–September 2026.

Setiap penerima akan menerima total 30 kilogram beras dalam tiga bulan, dengan alokasi 10 kilogram per bulan. Penyaluran secara bertahap dilakukan melalui mekanisme rapel, dengan harapan proses distribusi dimulai dalam satu hingga dua minggu ke depan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kebijakan ini telah disetujui oleh Presiden dan menjadi upaya konkret menjamin akses pangan bagi kelompok rentan.

Dalam evaluasi terakhir hingga 30 September 2026, Bulog mencatat bahwa di Sulawesi Utara telah menyalurkan 8,45 juta kilogram beras kepada 281.794 Penerima Bantuan Pangan. Sebanyak 8,3 juta kilogram atau 98,19 persen dari total telah sampai ke tangan penerima, menunjukkan efisiensi dalam distribusi. Kini, fokus beralih pada persiapan penyaluran periode berikutnya agar tidak terjadi kekosongan pangan bagi masyarakat yang bergantung pada bantuan.

Selain bantuan langsung, pemerintah juga memperkuat stabilitas harga melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak 1 juta ton beras SPHP akan didistribusikan ke pasar tradisional dengan harga Rp12.500 per kilogram, memberikan alternatif akses beras terjangkau saat harga pasar naik. Selain itu, 150 ribu ton jagung disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, sementara 380 ribu ton beras tua disiapkan untuk diolah menjadi tepung guna menopang industri pangan olahan.

Zulkifli memastikan stok pangan nasional tetap aman meski menghadapi tantangan musim kemarau dan fluktuasi global. Saat ini, stok beras mencapai lebih dari empat juta ton, sementara pasokan telur dan ikan juga cukup. Koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah pusat, daerah, Bulog, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya