Rusia Manfaatkan Bank Kecil Tiongkok untuk Bypass Sanksi AS
Sebuah bank kecil Tiongkok menjadi jalur tak langsung bagi perusahaan Rusia mengakses sistem perbankan global, meski telah diputus koneksi dengan bank besar AS.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Berdasarkan analisis dokumen keuangan dan transaksi perbankan, sebuah institusi perbankan regional asal Tiongkok, Zhejiang Chouzhou Commercial Bank, diduga menjadi sarana kunci bagi entitas Rusia untuk melangkah melalui sistem keuangan internasional, termasuk akses ke dolar AS, meski dikenai sanksi oleh Barat. Pada empat bulan pertama 2025, bank yang bermarkas di Yiwu, Zhejiang, tercatat memiliki lebih dari 50 klien perusahaan yang melakukan transaksi pengiriman barang elektronik terlarang, bahan kimia industri, dan jasa lain ke Rusia, meski sebagian besar nasabahnya tergolong sah secara formal.
Pintu masuk utama yang dimanfaatkan adalah layanan correspondent banking, di mana bank lokal memanfaatkan rekening koresponden di bank besar global tanpa harus membuka cabang fisik di luar negeri. Dengan memanfaatkan struktur berlapis ini, aktivitas keuangan yang mencurigakan dapat tersembunyi, terutama karena transaksi internasional tidak selalu mencantumkan detail barang atau identitas pembeli. Contohnya, pada Januari 2025, perusahaan Rusia berhasil membeli komponen elektronik senilai US$73.000 dari distributor Hong Kong melalui mekanisme tersebut, dengan dana dikirim dari First Abu Dhabi Bank ke rekening Chouzhou di Bank of America tanpa transparansi konten barang.
Bank of America kemudian menghentikan hubungan dengan Chouzhou pada Juni 2025 tanpa memberikan alasan resmi. Namun, dalam waktu singkat, bank tersebut membuka dua rekening dolar baru di Citibank dan Standard Chartered, yang hingga kini tetap aktif. Data platform kepatuhan BankCheck menunjukkan Chouzhou telah menyediakan akses dolar bagi hampir 70 bank di negara-negara berisiko tinggi seperti Afghanistan, Yaman, Sudan Selatan, Kirgistan, Georgia, dan Uzbekistan—semuanya memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan Rusia.
Pada 2024, Chouzhou memproses lebih dari US$200 miliar transaksi internasional, hampir empat kali lipat total asetnya, menurut prospektus obligasinya. Dalam pertemuan industri keuangan di Miami, bank tersebut mengklaim memiliki kemitraan dengan lebih dari 1.000 institusi dan kemampuan menangani pembayaran dalam 27 mata uang. Meski Chouzhou telah menghentikan transaksi langsung dengan bank-bank Rusia dan Belarusia sejak awal 2024, perannya sebagai penopang koresponden bagi entitas di wilayah berisiko tetap berlanjut, menjadi jalan alternatif bagi ekonomi Rusia untuk tetap beroperasi di luar jangkauan sanksi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Diskon Bensin Sementara untuk Pengangkut Umum
Pemerintah Nigeria hadirkan diskon bensin 30 hari bagi operator transportasi umum untuk kurangi beban rumah tangga dan bisnis menjelang pemilu.
10 Oktober 2026

Empat Marketplace Mulai Pungut Pajak 1 November 2026
Empat platform e-commerce resmi mulai memungut PPh 0,5% dari omzet pedagang online per 1 November 2026, setelah masa penundaan berakhir.
10 Oktober 2026

OJK Tekankan Keamanan Pinjaman Daring untuk Generasi Muda
OJK menekankan perlunya peningkatan kehati-hatian dan manajemen risiko di sektor pinjaman daring guna melindungi konsumen muda dan mencegah praktik berisiko.
10 Oktober 2026

Investor Global Perluas Lumbung Modal di Manajemen Aset RI
Minat investor asing terhadap sektor pengelolaan aset dan kekayaan di Indonesia terus meningkat, didorong pertumbuhan pasar dan potensi ekspansi bisnis meski IHSG turun hampir 30% sepanjang 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Ara dan Bahlil Bahas Perumahan Ramah Energi Bersih
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Perkuat Harmonisasi Regulasi, Kemendagri Dorong Pendekatan Preventif
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Pemerintah Siapkan Hunian Berbasis Energi Bersih di Pusat Industri
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Trump Tindak ICC Usai Mantan Hakimnya Dapat Nobel
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.21 WITA

Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan Perompak Dilakukan di Bogor
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.20 WITA

Menteri Era Soekarno Dihukum Mati karena Korupsi Skandal Raksasa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.20 WITA

MKNT Rombak Bisnis, Fokus ke Baja dan Udang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA

Bank Mandiri Perkuat Akses Emas Digital dengan Lisensi OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA

