NAB Percepat PHK 2.500 Karyawan, Fokus Efisiensi Operasional
National Australia Bank resmi akan memangkas 2.500 posisi pekerjaan pada 2026–2027 sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penataan ulang operasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - National Australia Bank (NAB) mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja hingga 2.500 orang, mencakup sekitar 6% dari total karyawan global yang berjumlah 41.880 pada akhir September 2025. Keputusan ini diambil untuk menyederhanakan struktur organisasi dan meningkatkan efisiensi operasional, seiring tantangan pertumbuhan kredit yang memburuk, terutama di sektor perumahan.
Sebanyak 1.500 posisi akan dihapus paling lambat akhir tahun 2026, dengan fokus utama pada fungsi korporat dan dukungan internal, bukan layanan langsung kepada nasabah. Bank juga berencana memangkas penggunaan konsultan dan kontraktor secara signifikan sebagai bagian dari upaya pengurangan biaya operasional jangka panjang.
Biaya restrukturisasi diproyeksikan mencapai A$300 juta (sekitar Rp3,77 triliun) sebelum pajak pada tahun 2027, termasuk kompensasi PHK, penempatan ulang karyawan, dan penataan ulang struktur. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan biaya A$80 juta pada 2025 dan 2026, mencerminkan skala perubahan yang lebih besar.
CEO NAB, Andrew Irvine, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas, manajemen risiko, dan efektivitas eksekusi, sekaligus menjadikan bank lebih ringkas dan responsif. Dengan pemangkasan ini, NAB akan memfokuskan investasi pada perbankan bisnis, peningkatan simpanan, serta penguatan portofolio kredit perumahan.
Kondisi ini terjadi dalam konteks tekanan yang meningkat bagi bank-bank Australia, di mana aktivitas sektor perumahan melambat akibat reformasi pajak properti, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian ekonomi global. Langkah serupa juga telah diambil oleh pesaing NAB, ANZ, yang sebelumnya mengumumkan pemangkasan 3.500 posisi hingga September 2026 sebagai bagian dari program penyederhanaan strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

