Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netflix Naik 44 Persen Laba Bersih, Proyeksi Iklan Turun

Netflix mencatat kenaikan laba bersih hampir 44 persen pada Q3 2026, meski menurunkan proyeksi pendapatan iklan tahunan akibat penundaan peluncuran fitur iklan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 49x dibuka
Netflix Naik 44 Persen Laba Bersih, Proyeksi Iklan Turun📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan layanan streaming global, Netflix, melaporkan kenaikan signifikan laba bersih sebesar 44 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026, mencapai 3,66 miliar dolar AS. Angka ini meningkat dari 2,55 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja keuangan yang kuat meski menghadapi perlambatan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan kuartalan juga naik 11,8 persen menjadi 12,87 miliar dolar AS, dibandingkan 11,51 miliar dolar AS di Q3 2025, meski laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan 13,4 persen pada kuartal sebelumnya.

Laba operasional meningkat 37 persen menjadi 4,46 miliar dolar AS, dengan margin operasi mencapai 34,6 persen—naik dari 28,2 persen pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dilusian mencapai 87 sen dolar AS, melampaui estimasi pasar yang sebesar 82 sen. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pelanggan, kenaikan harga langganan, serta kontribusi pendapatan iklan dan keuntungan dari fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

Namun, Netflix mengumumkan penyesuaian proyeksi pendapatan iklan untuk seluruh tahun 2026, menurun dari perkiraan awal 3 miliar dolar AS menjadi sekitar 2,7 miliar dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh keterlambatan dalam peluncuran fitur produk iklan yang diantisipasi. Perusahaan menilai, proses pengembangan dan integrasi fitur iklan berjalan lebih lambat dari rencana awal, memengaruhi target pendapatan pada sektor tersebut.

Untuk kuartal keempat 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan sebesar 13,44 miliar dolar AS dan laba bersih 2,79 miliar dolar AS, dengan laba per saham dilusian diperkirakan mencapai 67 sen dolar AS. Angka ini masih di bawah estimasi analis yang sebesar 73 sen. Secara keseluruhan, perusahaan mempertahankan proyeksi pendapatan tahunan 2026 di kisaran 51,1 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta margin operasi diperkirakan sebesar 31,5 persen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya