Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Awasi Perkembangan Kepemilikan Saham BCA

OJK memastikan setiap isu perubahan pengendalian saham BCA akan ditinjau secara ketat sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
OJK Awasi Perkembangan Kepemilikan Saham BCA📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sedang memantau informasi yang beredar mengenai kemungkinan keterlibatan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, dikenal sebagai Haji Isam, dalam isu kepemilikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap spekulasi yang menyebar di publik terkait perubahan struktur kepemilikan di salah satu bank terbesar di Indonesia.

Dalam keterangan resmi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa setiap transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank akan diperiksa secara menyeluruh. Proses penilaian dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aspek kepatuhan terhadap ketentuan kepemilikan dan tata kelola perusahaan yang baik.

OJK menekankan bahwa pengawasan tidak hanya terbatas pada transaksi saham, tetapi juga mencakup dampak terhadap stabilitas sistem perbankan, profil risiko, serta kesehatan keuangan bank secara keseluruhan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan sistem keuangan nasional dari gangguan yang berasal dari perubahan struktur kepemilikan di institusi keuangan besar.

Pihak OJK menegaskan bahwa setiap isu yang berpotensi memengaruhi kontrol atas bank harus melalui proses pengawasan yang transparan dan akuntabel. Tujuannya adalah memastikan bahwa perubahan kepemilikan tidak merugikan kepentingan nasional, stabilitas pasar, maupun kepercayaan publik terhadap institusi perbankan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya