Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Soroti Dinamika Perubahan Kepemilikan Bank Besar

OJK menegaskan akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap perubahan kepemilikan bank besar, termasuk potensi akuisisi yang sempat beredar isunya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 136x dibuka
OJK Soroti Dinamika Perubahan Kepemilikan Bank Besar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kembali komitmen untuk memantau secara ketat setiap perubahan struktur kepemilikan atau pengendalian di sektor perbankan nasional. Dalam pernyataan resmi, OJK menyatakan bahwa setiap transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank akan dievaluasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pengawasan yang ketat.

Proses penilaian tidak hanya berfokus pada transaksi saham semata, melainkan juga mencakup dampak jangka panjang terhadap profil risiko, konsentrasi eksposur, serta kualitas tata kelola perusahaan. OJK menekankan bahwa perubahan pengendalian pada bank skala besar harus dipertimbangkan secara holistik, termasuk hubungan dengan kelompok usaha lain yang berada di bawah kendali pemegang saham baru. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi risiko sistemik yang dapat mengganggu kinerja operasional dan keuangan bank.

Dalam konteks tersebut, OJK menyatakan bahwa industri perbankan nasional saat ini tetap dalam kondisi aman dan stabil. Kondisi ini didukung oleh modal yang memadai, likuiditas yang sehat, serta penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten. OJK menegaskan bahwa pemantauan terhadap dinamika kepemilikan, konsolidasi, dan aksi korporasi akan terus dilakukan untuk memastikan semua aktivitas berlangsung secara sehat dan tidak mengancam stabilitas sistem keuangan.

Sebelumnya, BCA secara tegas membantah isu yang menyebutkan adanya rencana akuisisi saham oleh konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Perusahaan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh fakta. BCA mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi resmi melalui kanal yang telah ditetapkan, seperti situs web perusahaan dan media kredibel, demi menghindari hoaks dan misinformasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya