Operasi Pesta Copet: Musik dan Kehidupan di Balik Aksi Copet
Film yang menggabungkan dunia festival musik dan aksi pencopetan menonjolkan atmosfer autentik, meski performa utama kurang meyakinkan dalam membangun karakter ekonomi marginal.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Operasi Pesta Copet hadir sebagai karya pertama sutradara drummer Seringai, Edy Khemod, yang menggambarkan kehidupan empat pemuda dalam konteks festival musik populer. Film ini menunjukkan ketelitian tinggi dalam membangun suasana Pestapora 2025, baik melalui detail kostum band seperti The Adams, Teenage Death Star, maupun Seringai, hingga pengambilan adegan langsung di lokasi konser. Musik yang dipilih sejak awal turut memperkuat identitas dunia yang digambarkan, menjadikan soundtrack bukan sekadar latar, melainkan bagian integral dari narasi.
Namun, meski berhasil menciptakan atmosfer yang hidup dan autentik, film ini gagal memadukan dua elemen utama—dunia musik dan genre heist—dengan seimbang. Aksi pencopetan yang menjadi inti dari judul terasa lebih sebagai elemen pendukung dibandingkan jualan utama, sehingga menimbulkan kesan tidak selaras antara konsep dan realisasi. Penonton yang mengharapkan ketegangan ala film pencurian berkelas justru mendapati momentumnya terlewat, karena fokus lebih banyak tertuju pada dinamika kebersamaan dan kehidupan sehari-hari para karakter.
Kinerja akting Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, tokoh utama yang digambarkan sebagai pria dari latar belakang ekonomi terpuruk, dinilai kurang meyakinkan. Wajahnya yang masih terlihat mulus dan tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan ekonomi membuat perannya sebagai pencopet yang terdesak kehidupan terasa kurang mendalam. Meski ada momen emosional yang cukup menyentuh, kesan kesulitan hidup yang seharusnya menjadi dasar aksi karakter belum sepenuhnya tersampaikan secara visual dan emosional.
Di sisi lain, sejumlah pemain lain berhasil menonjolkan keaslian dalam peran mereka. Fauzan Lubis sebagai Silet menampilkan kelicikan yang natural, tanpa terkesan berlebihan, membangun karakter abang tongkrongan kelas bawah yang hidup dari kecerdikan. Kristo Immanuel, Kawai Labiba, dan Zulfa Maharani juga mampu menghidupkan peran mereka sebagai teman-teman Ijal dengan keseimbangan antara humor, keterikatan emosional, dan kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan. Kebersamaan mereka justru menjadi bagian paling menyentuh dari film ini.
Tujuan utama film—menyampaikan pesan bahwa di balik tindakan negatif sering kali tersembunyi kondisi sosial yang memaksa—masih bisa dirasakan, meski disampaikan dengan cara yang terlalu idealis. Dengan disclaimer awal yang menekankan sisi fiksi, film ini tetap berusaha menjaga keseimbangan antara kritik sosial dan hiburan. Namun, kegagalan dalam membangun suspense dan konsistensi karakter utama membuat film ini lebih dikenang sebagai dokumentasi kehidupan skena musik muda daripada karya heist yang mengejutkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Katon Bagaskara Pulang Setelah Terlantar 6 Jam di Bandara Jenewa
Vokalis KLA Project, Katon Bagaskara, akhirnya mendapat kepastian penerbangan pulang setelah terjebak selama enam jam di Bandara Jenewa akibat ketidaksesuaian informasi sistem maskapai dan kendala teknis.
8 September 2026

Macklemore Dorong Kebebasan untuk Semua, Bantah Dukung Politik di Panggung Konser
Penyanyi Macklemore menegaskan bahwa seruannya untuk "Free Palestine" di konser Ed Sheeran murni berbasis kemanusiaan, bukan politik, dan menolak dikaitkan dengan kebencian terhadap komunitas Yahudi.
8 September 2026

Lagu "Kasih Aba-Aba 2.0" Jadi Fenomena Digital Saat Puncak Promo Shopee
Kolaborasi Shopee dengan Naykilla dan Tenxi mencatat rekor penayangan lintas platform, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut puncak 9.9 Super Shopping Day.
8 September 2026

14 Penonton Konser Kolaps di San Jose, Dirawat di RS
Belasan penonton konser The Chainsmokers di San Jose mengalami kolaps dan dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi medis mendadak, termasuk dugaan keracunan alkohol dan narkoba, tanpa korban jiwa dilaporkan.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


