Purbaya Jelaskan Alasan DBH Tak Cair Penuh
Menteri Keuangan menegaskan DBH tetap disalurkan, meski tak sebesar permintaan daerah, demi menjaga kesehatan APBN dan mendorong efisiensi belanja.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah pusat tetap menyalurkan Dana Bagi Hasil (DBH) kepada daerah meski besaran yang diterima tak sesuai harapan pemerintah daerah sejak awal 2024 hingga 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut disesuaikan dengan kebutuhan fiskal nasional, bukan penghentian penyaluran. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara keseluruhan.
Meskipun total Transfer ke Daerah (TKD) mengalami penurunan sekitar Rp200 triliun, pemerintah justru meningkatkan belanja langsung untuk program yang berdampak signifikan di daerah. Purbaya menekankan bahwa peningkatan anggaran untuk proyek strategis mencapai Rp400 triliun, yang menunjukkan dampak fiskal terhadap daerah justru lebih besar dibanding sebelumnya. Namun, sebagian dana tersebut tidak lagi dikelola langsung oleh pemerintah daerah, melainkan dialokasikan melalui mekanisme yang lebih terkendali.
Sebagai langkah inovatif, pemerintah kini mendorong daerah yang membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk mengajukan pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dana pinjaman ini dapat dikembalikan menggunakan sebagian DBH yang diterima. Skema ini dirancang untuk memastikan proyek infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang belum terbangun dapat terealisasi, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan anggaran.
Purbaya mencontohkan program pembangunan jembatan daerah yang kini dilaksanakan bersama TNI sebagai bentuk kolaborasi untuk menutupi keterlambatan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebijakan pinjaman melalui SMI bukan jaminan penambahan alokasi dana secara permanen, tetapi sebagai solusi transisional untuk memperbaiki keterlambatan pembangunan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


