Pasar Baru, Jejak Perdagangan Abad ke-19 di Jakarta
Pasar Baru, kawasan perdagangan khas Jakarta yang berdiri sejak 1820, tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi dan keberagaman budaya hingga kini.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar Baru, salah satu ikon perdagangan Jakarta, telah menjadi bagian dari lanskap kota sejak awal abad ke-19. Berdiri di kawasan Weltevreden—wilayah yang dulu menjadi pusat kekuasaan kolonial—kawasan ini awalnya dibangun sebagai respons atas perluasan kota ke arah selatan, seiring kebijakan pengembangan yang digalakkan pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Nama awalnya, Passer Baroe, mencerminkan statusnya sebagai pasar baru di tengah perkembangan urbanisasi Batavia.
Sebelum Pasar Baru muncul, sejumlah pasar lain seperti Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang sudah beroperasi sejak abad ke-18. Namun, dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang semakin pesat di sisi selatan, muncul kebutuhan akan pusat perdagangan baru. Pasar Baru pun lahir sebagai solusi, melengkapi jaringan perdagangan yang telah mapan sebelumnya dan menjadi pusat distribusi barang-barang kebutuhan pokok, pakaian, elektronik, hingga perhiasan.
Kehidupan sosial dan budaya di Pasar Baru telah membentuk identitas khas kota. Kehadiran komunitas India menempatkan sebagian area sebagai "Little India", dengan aktivitas perdagangan yang dominan dari keturunan India, termasuk penjualan pernak-pernik dan barang kebutuhan harian. Di sana juga berdiri Gurdwara, tempat ibadah Sikh, sebagai bukti keberlangsungan tradisi keagamaan yang kaya. Sementara itu, komunitas Tionghoa telah beroperasi sejak 1877, dengan Klenteng Sin Tek Bio yang berdiri sejak 1698 di Gang Kelinci, menjadi saksi sejarah keberadaan etnis Tionghoa di wilayah tersebut.
Hingga hari ini, Pasar Baru tetap menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang mencari barang dengan harga terjangkau. Banyak pengunjung datang untuk berburu pakaian, sepatu, dan aksesori bekas—dengan harga mulai dari Rp10 ribu—yang menjadikannya salah satu pusat thrifting paling diminati di Jakarta. Meski mengalami perubahan, kawasan ini tetap mempertahankan warisan sejarah dan keragaman budaya yang menjadi ciri khas kota.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

