Pemegang Saham Pengendali VICI Lepas 402 Juta Saham
Perusahaan pemegang saham pengendali VICI melepas 402,48 juta saham dengan harga Rp750 per saham pada 9 Oktober 2026, menurunkan kepemilikan dari 84,95% menjadi 78,95% tanpa kehilangan kendali.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Sukses Sejati Sejahtera, pemegang saham pengendali PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), melakukan penjualan saham sebanyak 402,48 juta lembar pada 9 Oktober 2026. Transaksi ini dilakukan melalui pasar secara langsung dengan harga Rp750 per saham, berdasarkan laporan resmi yang diterbitkan melalui sistem keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Saham yang dilepas merupakan saham biasa dengan kepemilikan langsung, tanpa melibatkan perjanjian pembelian kembali.
Sebelum transaksi, Sukses Sejati Sejahtera memiliki 5,698 miliar saham VICI, atau setara dengan 84,95 persen hak suara dalam perseroan. Setelah penjualan, kepemilikan turun menjadi 5,2959 miliar saham, menurunkan porsi hak suara menjadi 78,95 persen. Meskipun terjadi penurunan signifikan dalam proporsi kepemilikan, perusahaan tetap menyatakan bahwa status sebagai pemegang kendali atas VICI tetap terjaga.
Tujuan dari transaksi tersebut adalah divestasi, bukan karena tekanan atau keterpaksaan, serta tidak ada kaitan dengan rencana pembelian kembali saham oleh pihak penjual. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi manajemen kepemilikan jangka panjang yang telah direncanakan. Perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini tidak mengubah arah operasional atau struktur pengelolaan perseroan.
Dengan tetap mempertahankan kendali meski kepemilikan saham berkurang, Sukses Sejati Sejahtera menunjukkan komitmen terhadap stabilitas dan kelangsungan operasional VICI. Keputusan ini juga mencerminkan kebijakan transparansi dalam tata kelola perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pasar modal yang baik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

