Pemerintah Bisa Hemat Rp17,9 Triliun dengan Desil untuk Bansos
Penggunaan desil dalam penentuan penerima bantuan sosial mampu menghemat anggaran hingga Rp17,9 triliun berkat peningkatan akurasi sasaran.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerapan sistem desil dalam pendistribusian bantuan sosial dinilai mampu mengurangi pemborosan anggaran sebesar Rp14,4 triliun hingga Rp17,9 triliun per tahun. Temuan ini muncul dari analisis mendalam terhadap efektivitas penyaluran bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya dalam konteks alokasi anggaran sebesar Rp78 triliun pada tahun 2025. Dari total anggaran tersebut, ditemukan bahwa 45 persen tidak tepat sasaran, sementara 55 persen berhasil mencapai penerima yang layak.
Keberhasilan identifikasi ketidakakuratan tersebut berawal dari terbukanya akses data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurut Tenaga Ahli Kementerian Sosial, keberadaan data terintegrasi menjadi kunci dalam menilai kualitas target penerima bantuan. “Ketidakakuratan bukan karena data tertutup, justru karena data terbuka dan bisa dianalisis secara menyeluruh,” ujarnya dalam paparan di Politeknika Statistik STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Penerapan desil diharapkan menjadi alat strategis untuk memperbaiki akurasi dalam menentukan penerima bantuan. Dengan sistem ini, pemerintah dapat mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat ketergantungan ekonomi, sehingga hanya yang benar-benar membutuhkan yang mendapatkan dukungan. “Desil menjadi kunci untuk memastikan bahwa pilihan penerima bukan sekadar asumsi, tetapi berbasis data yang terukur dan transparan,” tambahnya.
Pendekatan berbasis target memang menuntut ketepatan tinggi dalam pengelolaan data. Tanpa sistem yang kuat, risiko penyaluran yang tidak tepat akan terus mengancam efisiensi anggaran. Dengan desil, pemerintah tidak hanya memperbaiki distribusi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Diminta Libatkan RT-RW dalam Pembaruan Data Bansos
Ekonom menyarankan pemerintah memperkuat pendataan bansos melalui keterlibatan RT-RW dan pendamping PKH, bukan membentuk agen baru.
11 September 2026

Keterbukaan Data Dorong 4,3 Juta Penerima Bansos Baru
Keterbukaan data melalui DTSEN memungkinkan identifikasi 4,3 juta warga baru yang layak menerima bantuan sosial, meski sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai penerima.
11 September 2026

Pemerintah Dorong Perluasan Program Bedah Rumah ke 2 Juta Unit
Pemerintah menargetkan penambahan 2 juta unit bedah rumah hingga 2027, dengan upaya percepatan verifikasi dan penyederhanaan persyaratan di seluruh provinsi.
11 September 2026

Bulog Salurkan Bantuan Beras Tiga Bulan di Lampung Selatan
Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 182 ribu penerima di Lampung Selatan, masing-masing mendapat 10 kg per bulan selama Juli hingga September 2026.
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


