Pemerintah Diminta Libatkan RT-RW dalam Pembaruan Data Bansos
Ekonom menyarankan pemerintah memperkuat pendataan bansos melalui keterlibatan RT-RW dan pendamping PKH, bukan membentuk agen baru.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta memperhatikan keterlibatan struktur pemerintahan desa dalam proses pembaruan data penerima bantuan sosial. Seorang ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menekankan pentingnya pendekatan berbasis data lapangan yang melibatkan aparat tingkat bawah seperti RT dan RW. Menurutnya, pendekatan tersebut akan lebih akurat dibandingkan mengandalkan jaringan agen baru yang belum tentu memahami kondisi riil masyarakat.
Ia menyoroti bahwa program "jemput bola" yang dirancang untuk menjangkau masyarakat terlantar akan lebih efektif jika didukung oleh informasi yang valid dari tingkat terkecil. "Kunci utamanya adalah keterpaduan data dan kehadiran di lapangan," ujar ekonom tersebut, menekankan bahwa sinergi dengan RT-RW akan mempercepat proses identifikasi penerima bantuan yang tepat sasaran.
Alih-alih membentuk agen baru, ekonom tersebut menyarankan pemanfaatan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah memiliki rekam jejak dan pemahaman mendalam terhadap kondisi penerima bantuan. Mereka dinilai lebih siap karena sudah terbiasa turun ke lapangan secara rutin dan memahami dinamika sosial di masyarakat. Dengan memperkuat peran pendamping PKH, pemerintah bisa menghindari duplikasi dan penyebaran sumber daya yang tidak efisien.
Pernyataan ini muncul menyusul pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang mengajak masyarakat menjadi Agen Perlinsos, khususnya di Jawa, dengan target 250 ribu agen. Ia menegaskan bahwa agen tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bantuan, melainkan hanya sebagai fasilitator pendaftaran. Keputusan akhir tetap dilakukan melalui sistem digital yang terintegrasi dengan data nasional, menjamin objektivitas dan transparansi.
Namun, keberhasilan sistem ini bergantung pada kualitas data dasar yang akurat dan terupdate. Dengan demikian, pendekatan yang melibatkan komunitas lokal seperti RT-RW dan pendamping PKH dinilai lebih strategis untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan atau kekeliruan dalam penyaluran bantuan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Keterbukaan Data Dorong 4,3 Juta Penerima Bansos Baru
Keterbukaan data melalui DTSEN memungkinkan identifikasi 4,3 juta warga baru yang layak menerima bantuan sosial, meski sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai penerima.
11 September 2026

Pemerintah Dorong Perluasan Program Bedah Rumah ke 2 Juta Unit
Pemerintah menargetkan penambahan 2 juta unit bedah rumah hingga 2027, dengan upaya percepatan verifikasi dan penyederhanaan persyaratan di seluruh provinsi.
11 September 2026

Pemerintah Bisa Hemat Rp17,9 Triliun dengan Desil untuk Bansos
Penggunaan desil dalam penentuan penerima bantuan sosial mampu menghemat anggaran hingga Rp17,9 triliun berkat peningkatan akurasi sasaran.
11 September 2026

Bulog Salurkan Bantuan Beras Tiga Bulan di Lampung Selatan
Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 182 ribu penerima di Lampung Selatan, masing-masing mendapat 10 kg per bulan selama Juli hingga September 2026.
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


