Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemkab Manggarai Barat Pastikan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmen penuh dalam rekonstruksi rumah warga terdampak gempa, dengan pendataan intensif dan rencana relokasi di zona aman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemkab Manggarai Barat Pastikan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara tegas menyatakan bahwa seluruh rumah warga yang rusak akibat gempa bumi menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah, didukung oleh komitmen bersama dari pemerintah pusat. Bupati Edistasius Endi menegaskan bahwa penanganan pascabencana akan dimulai dari pendataan lapangan yang dilakukan secara menyeluruh di 164 desa dan 5 kelurahan. Proses verifikasi ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar rekonstruksi fisik dapat segera dilakukan.

Tim kaji cepat telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk menilai tingkat kerusakan rumah secara akurat. Hasil pendataan akan menjadi dasar pengalokasian bantuan dan perbaikan, dengan fokus pada pemulihan hunian sebagai prioritas utama. Dari total 10.757 rumah yang terdampak, sejumlah besar terletak di wilayah Mbeliling, termasuk Desa Cunca Wulang, yang juga menjadi lokasi penyaluran bantuan dari PT Freeport Indonesia.

Untuk menjaga keamanan jangka panjang, pemerintah daerah telah mengidentifikasi dua lokasi potensial untuk relokasi pemukiman, yaitu Kampung Wae Dangka di Desa Racang Welak dan Kampung Robo di Desa Robo, Kecamatan Welak. Kedua wilayah tersebut dipilih karena berada di zona yang lebih aman dari risiko pergerakan tanah. Keputusan pemindahan akan dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian teknis dan masukan dari masyarakat setempat.

Setelah hunian diperbaiki, langkah selanjutnya adalah pemulihan infrastruktur umum seperti sekolah, puskesmas, jalan, jembatan, serta sistem pasokan air bersih. Di sisi lain, kebutuhan dasar seperti makanan, obat ISPA, dan vitamin untuk pengungsi masih terpenuhi secara memadai oleh stok daerah. Namun, masih diperlukan tambahan terpal sebanyak 10.757 unit dan selimut untuk menghadapi penurunan suhu cuaca.

Sejalan dengan itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur mencapai 188.161 orang, dengan konsentrasi terbesar di Manggarai dan Nagekeo. Korban jiwa mencapai 111 orang, sementara 1.631 orang mengalami luka, termasuk 223 luka berat. Kerusakan rumah tersebar di berbagai wilayah, dengan 95.567 unit terdampak, termasuk 27.414 rumah rusak berat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya