Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menegaskan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu dalam kasus kematian Bambang Setiyawan pasca kerusuhan 27 Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menyerukan agar proses penyelidikan terhadap kematian warga Pejompongan, Bambang Setiyawan, dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Ia menekankan bahwa setiap pihak yang diduga terlibat dalam kejadian pasca unjuk rasa 27 Agustus 2026—baik secara individu maupun dalam bentuk kelompok atau organisasi masyarakat—harus diproses sesuai dengan bukti yang ditemukan.
Penyelidikan harus berjalan berdasarkan prinsip objektivitas dan keterbukaan, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Yusril menegaskan bahwa jika bukti permulaan cukup ditemukan selama tahap penyelidikan, maka proses harus segera ditingkatkan ke tahap penyidikan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dia menekankan bahwa keberhasilan sistem hukum ditentukan oleh konsistensi dalam menegakkan keadilan, terlepas dari latar belakang sosial, politik, atau posisi seseorang. Tidak ada yang bisa menghindar dari pertanggungjawaban hukum jika terbukti terlibat dalam peristiwa yang menimbulkan korban jiwa.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap supremasi hukum dan keadilan bagi semua warga negara. Proses hukum harus menjadi mekanisme utama dalam menyelesaikan konflik sosial, bukan alat untuk melindungi kelompok tertentu.
Ketegasan ini juga menjadi respons terhadap desakan publik agar tidak ada kekebalan hukum dalam kasus yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum yang adil dan tegas menjadi fondasi utama terciptanya stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

