Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penguatan Ekosistem Riset Nasional Dimulai dari Identifikasi Talenta

Kolaborasi antarlembaga bertujuan menciptakan sistem berkelanjutan dalam pembinaan talenta riset yang terhubung erat dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penguatan Ekosistem Riset Nasional Dimulai dari Identifikasi Talenta📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Komitmen strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi nasional kini diperkuat melalui sinergi antara Kementerian PPN/Bappenas, BRIN, dan LPDP. Fokus utamanya adalah memastikan perjalanan talenta dari tahap potensi hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan berjalan tanpa hambatan. Pemerintah menekankan pentingnya keterpaduan antar sektor—dari pendidikan tinggi hingga dunia industri—untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan ilmuwan dan peneliti muda.

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) menjadi bagian integral dari strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis sains, teknologi, dan inovasi. Kementerian PPN/Bappenas, sebagai ketua gugus tugas MTN, memimpin koordinasi kebijakan lintas institusi agar setiap langkah pengembangan talenta dapat diukur, terarah, dan responsif terhadap dinamika pembangunan nasional.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pungkas Bahjuri Ali menekankan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menemukan individu berbakat, melainkan menjaga kelangsungan proses pembinaan hingga talenta mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Ia menegaskan bahwa ekosistem yang dibangun bukan sekadar kumpulan program terpisah, melainkan jaringan yang mengintegrasikan pendidikan, akses fasilitas riset, pendanaan, jejaring kolaborasi, serta peluang karier di sektor publik dan swasta.

BRIN menilai bahwa pengembangan talenta riset harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dimulai dari identifikasi potensi hingga mencapai tingkat kontribusi tinggi. Kepala BRIN Arif Satria menyoroti perlunya pendekatan jangka panjang yang memperhatikan aspek pembinaan, pengembangan kompetensi, dan keterlibatan dunia usaha dalam proses inkubasi ide dan hasil riset.

Dengan pendekatan sistemik ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan jumlah serta kualitas SDM ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nasional yang mampu berperan aktif dalam kemajuan ilmu dan penciptaan inovasi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya